G. Salak memang terkenal dengan letusan - letusan phreatiknya, terakhir terjadi dalam tahun 1938. Meskipun belum pernah dilaporkan terjadinya korban manusia, namun mengingat tidak tegasnya batas antara letusan magma dan letusan phreatik dan kedua duanya sama - sama dapat membahayakan, maka dianjurkan untuk pula menarik batas - batas daerah bahaya disekeliling gunungapi ini, apalagi penduduk dis…
Dalam rangka penelitian batuan gunung api purba G. Muria, penulis ditugaskan mendampingi tenaga ahli. Mereka adalah mahaguru Uniersitan Padjadjaran dan ITB.
Pada tanggal 9 - 23 Juni 1976 SDr. Rivei Chaniago B. Sc. dan penulis ditugaskan untuk mengukur ketebalan endapan lahar di lubang penggalian fondasi dimana jembatan k. Krasak.
Pada hari Rabu, 16 Juni 1976, Bapak Menteri Pertambanagn Prof. Dr. Ir. Moh. Sadeli disertai oleh Direktur Jenderal Pertambangan Umum Prof. Dr. dengan didampingi oleh Kepala Sub Direktorat Volkanologi Djayadi Hadikusumo dan Sekretaris Proyek Penyelidikan/Pengawasan Gunungapi Ir. M. Istijab.
From the last two eruptions of Mt.Kelut, i.e. in 1951 and 1966, remarkable changes of the crater bottom were recorded. After the 1951 eruption a lowering of 79 m and after the 1996 eruption up upheaval of 43 m was found to have taken place, as measured at the deepest sections of the crater.
n January gas explosions often occurred, ejecting incandescent lava fragments, while eruption clouds rose 1 kilometer above the summit. From Argosuko Obs. (S) reddish glares on the peak of the lava dome could be often observed, while from Gunung Sawur (ESE) and Tawonso ngo (ENE) Observatories they were seen only a few times.
In january thin white smoke was enmitted with pressure. A medium scale discharge of smoke until 75 meters above the craterrim took place once and was repeated 4 x during february.
G. Bromo hanya mengeluarkan abu, kerikil, dan bom-bom lava. Tidak diketahui mengalirnya lava diwaktu sejarah. Kadang-kadang abunya merusak perkebunan disekitarnya seperti terjadi dalam tahun 1915 dan 1948.
Kami ditugaskan oleh Kepala Seksi Penelitian Gunungapi atas dasat memo dinas No. 92/DV/14/72 tertanggal 24 April 1972 dari Kepala Dinas Volkanologi. Perihal G. Bromo dan G. Semeru