Di G.Cireme telah dipasang 6 buah stasiun pengukuran ungkit kering ("dry tilt") dan diperoleh harga - harga konstanta ungkitan utara selatan (TN) dan timur - barat (TE) untuk setiap stasiun.
Pemantauan aktivitas Gunung Ijen saat ini dilakukan secara visual dan dengan instrumentasi. Satu unit seismograf dengan sistem telemetri telah dipasang, dengan lokasi seismometer berada di puncak Kawah Ijen dan unit perekam (recorder) ditempatkan di Pos Pengamatan. Sementara itu, pemantauan Gunung Semeru dilakukan dengan pemasangan tiga seismograf RTS, sehingga melengkapi seismograf HOSAKA yang…
Stasiun stasiun pengukuran deformasi yang dibuat sebelum tahun 1991 sebagian besar terdapat di daerah maar yaitu kaki G. Lamongan di bagian barat, sehingga ditinjau dari tujuan untuk pemantauan Gunungapi Lamongan masih perlu tambahan titik ukur -m - titik ukur tetap untuk tujuan memperoleh gambaran perubahan yang ada akibat aktifitas G.Lamongan.
Pengukuran deformasi dengan metoda ungkit kering (dry tilt) di Gunung Ciremai bertujuan untuk memperoleh data dasarnya saja, karena sebelumnya belum dilakukan pengukuran dengan metoda tersebut diatas.
Pengukuran deformasi ungkit kering di G.Guntur, Kabupaten Garut dilakukan pada bulan Juli 1991, disertai dengan pengecekan dan perbaikan tanda bensmark pada beberapa stasiun ungkit kering.
Berdasarkan surat Direktur Vulkanologi nomor 364/104/DGV/91, tanggal 2 Mei 1991 tentang penyuluhan vulkanologi mengenai G.Gede di Kabupaten Daerah Tk. II Cianjur, Sukabumi dan II Bogor, diadakan pembicaraan dengan Asisten Setwilda Provinsi Jawa Barat mengenai jadwal dan lokasi pelaksanaan penyuluhan di daerah - daerah tersebut.
Sehubungan dengan rencana kerja Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Geologi Gunungapi Direktorat Vulkanologi, dalam PELITA ke V Tahun ke 3, tahun anggaran 1991 - 1992 untuk melakukan pendataan kependudukan dan potensi lahar yang akan datang di G.Kelit Jawa Timur, setelah letusan pada 10 Februari 1990.