Penyelidikan geokimia panasbumi dilakukan untuk mengamati dan meneliti setiap gejala panasbumi yang nampak dilapangan, baik berupa sumber panasbumi yang muncul dipermukaan maupun gejala-gejala yang ada seperti adanya alterasi, oksidasi maupun gejala yang lain yang masih ada hubungannya dengan sumber panas bumi dikedalaman.
Sehubungan belum ditemukannya terowongan inlet Ampera gunung Kelud yang pelaksanaan penggaliannya dilaksanakan oleh PT. Brantas Abipraya Kediri, maka pada tanggal 11 Desember 1991 koordinator Tim G.Kelud menugaskan Sdr. Agus Martono, Sdr, Edy Firman beserta penulis dengan SPPD No. 11, 12, dan 13/PK/91 ke G.Kelud di Kediri Jawa Timur.
Penyelidikan gaya berat di G.Ciremai dan sekitarnya dilakukan dalam bulan Januari 1990 untuk mengetahui peta (pola) penyebaran anomali gaya berat yang ada di daerah tersebut atas dasar mana memungkinkan memberi petunjuk kepada kita tentang struktur geologi (sesar patahan) di bawah permukaan atau hal - hal lain yang dapat dikaitkan dengan aktivitas gunung itu.
Penelitian metoda potensial diri (SP) yang dilakukan di gunung Slamet sesuai dengan rencana anggara Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi, Seksi Vulkano Fisika, Sub.Dit. Analisa Gunungapi, Dit. Vulkanologi, tahun anggaran 1989/1990.
Berdasarkan peta topografi 1 : 50.000 sementara ini oleh tim ditentukan untuk memasang 2 titik amat (lokasi penempatan alat) yaitu di pos pengamatan dan disekitar G.Apuy. Sedangkan titik reflektor ditentukan di 4 titik yaitu di daerah Lingga, sekitar hulu sungai Ciwasiat, sekitar hulu Cicangkrung, dan sekitar bukit Tegak Jamuju.
G.Kelut terletak di Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur dengan ketinggian + 1713m diatas permukaan laut. Aktivitas G.Kelut tercatat sejak tahun 1000. Sejak tahun 1900 waktu istirahat berselang antara 15 - 32 tahun. Sejak tahun 1000 - sekarang terjadi 31 kali letusan dimana pada tahun 1920 terjadi pembentukan sumbat lava.