Maksud penugasan tersebut untuk pemeriksaan peluapan dan pe-nyebaran lahar serta pembuatan penampang di Besuk Tengah hingga Besuk Sat, sampai di pertemuan dengan Besuk Tunggeng; Besuk Tunggeng hingga K. Pitik, ialah pada ketinggian 1k. 680 m dari permukaan laut; K. Liprak K. Regoyo, K. Rejali, K. Glidik dan Besuk Bang.
Maksud pembuatan penampang tersebut untuk mengeta-hui isi kosong sungai-sungai: 1. Lahar Badak-Lahar Termas, mengalir ke jurusan baratdays dari G. Kelut. 2. K.Ngobo K.Dermo, mengalirnya ke jurusan baratlaut da-ri G. Kelut.
Dengan Surat Perintah No. 2722/P/1981 penulis ditugaskan melakukan pengukuran kubah lava G.Merapi, untuk menduga volumnya. Penggunaan istilah pendugaan disini karena pengukuran dilakukan hanya dengan membidik suatu titik di puncak yang bukan merupakan titik tetap.
Pada 1978 longsoran besar yang masuk ke dalam danau kawah G. Kelut, yang mengakibatkan perobohan topografi dalam kawah dan tebing kawah yang longsor yang berarti robahnya pula isi air dalam danau kawah.
Pada Mei 1981 A.D Wirasaputra, M.S.Santoso, P.Kasturian, A.D.Sumpena dan saya dengan SPPD n 180/P/1981, n 179/P/1981, n 181/P/1981, n 178/P/1981 ditugaskan ke G. Semeru selama lk. 10 Hari. Tujuannya untuk memetakan endapan awan panas hasil letusan 28 Maret 1981 dan daerah yang kena lahar hujan yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 1981.
Karena hujan yang sangat lebat yang turun di sekitar G. Semeru pada 14 Mei 1981, telah terjadi suatu longsoran di lereng sebelah timur G.Semeru pada ketinggian antara 1300 sampai 2000 m dari muka laut. Bahkan rombakan tersebut bersama air hujan dalam jumlah yang besar telah menyebabkan terjadinya banjir bandang di sungai - sungai yang mengalir ke arah timur. Menimbulkan banyak korban manusia ma…
Dalam rangka kerjasama teknik dalam bidang kegunungapian antara pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia, Direktorat Vulkanologi telah menugaskan Matahelumual, Kemar Restikajaya, pengemudi Kamil dan saya, untuk aktif mendampingi Okumura/ahli Amerika dalam bidang pengukuran kelandaian.
Pada 6 Juni, S. Hamidi Kasi Penanggulangan Bahaya dengan SPFD No. 320/P/80 dan B. Sulaeman asisten ahli kimia dari Sub Direktorat Laboratorium Gunungapi dengan SPPD No. 322/P/80 dibantu I. Hasan pengemudi D 5705 V dengan SPPD No. 321/P/80 ditugaskan ke Peg. Dieng selama 10 hari untuk pemetaan daerah bahaya gas racun dan perbaikan peta daerah bahaya yang dibuat tahun 1972 (Djoharman, 1972).
Pemetaan tahap kedua dilakukan mulai 3 - 28 Januari 1981. Pada kesempatan pemetaan ini diarahkan kepada pembuktian terhadap hasil - hasil yang telah diperoleh pada pemetaan tahap pertama serta perluasan daerah pemetaan. Personil pemeta tetap berjumlah lima orang seperti sebelumnya.
This report presents the results of a reconnaissance of the character. relative age, and distribution of products from eruptions in the Dieng Mountains region, central Java. These results are based on an 11-day field reconnaissance of the Dieng Mountains and about 2 1/2 weeks of preliminary preparation, review of pertinent literature, and report writing in Bandung.