Dataran tinggi Dieng yang dianggap sebagai kumpulan gunungapi atau kawah yang masih aktif, terkenal pula sebagai daerah yang mempunyai potensi yang besar untuk pengembangan tenaga panas-bumi. Disamping itu daerah ini terkenal pula sebagai daerah wisata dengan adanya candi - candi purba.
Laporan ini berisi keputusan Gubernur mengenai penetapan daerah sinilitan
Pada tanggal 22 November 1976, penulis ditugaskan ke daerah G. Semeru bagian sebelah timur dan selatan selama 20
Banjir lahar hujan tgl.25 November 1976, secara langsung ter- lepas dari tingkat kegiatan G.Merapi saat ini (pembentukan kubah lava). Penyebab utama peristiwa tersebut ialah hujan lebat yang turun di daerah lereng bagian atas.
Telah terjadi kejutan di Dataran Tinggi Dieng, yaitu letusan hidrotermal di Kw. Sinila pada tgl 20 Februari 1979, mulai pukul 01.55. Sebelumnya di tempat tersebut tidak pernah terlihat kegiatan vulkanik di permukaan; misalnya mata air panas, asap solfatara atau fumarola. Letusan tersebut disusul oleh letusan lainnya yang lebih kecil di sebelah baratnya, tetapi korban manusia sebanyak 149 orang …
Situasi puncak G.Merapi dipetakan oleh Sdr. Harto pada tahun 1962. Diduga sampai dengan tahun 1979 sudah banyak perobahan - perobahan topografinya , terutama pada kubah lava bagian barat daya puncak yang berarah ke jurang Kali Batang. Dengan adanya perobahan topografi tersebut, maka situasi puncak G.Merapi perlu diukur kembali untuk membuat peta topografi puncak baru.
Dalam melaksanakan pekerjaan ini cukup banyak rintangan. Rintangan - rintangan tersebut diantaranya pekerjaan ini dimulai pada musim hujan. Selain itu, kabut lapangan yang cukup tebal dan hutan - hutannya yang sukar untuk dirintis. Pekerjaan ini tidak dapat dimulai dari VQ IV (puncak G.Merapi), karena K. Boyong ini kalau ditelusuri dari puncak sukar untuk didapatkan lembahnya.
Laporan ini berisi keputusan penetapan
Suatu kejadian yang agak mengejutkan telah terjadi di Kelut. Akibat dari peristiwa tersebut baru diketahui pada waktu para petugae memeriksa kawah pada tgl. 14 Maret 1979
An invitation issued by Unesco under the Volcanologist Exchange Programme has given opportunity to the authors to visit Mayon Volcano, South Luzon, The Philippines, which was reported to have shown an increasing activity early May this year. The first increasing volcanic phenomenon was observed on May 3, and harmonic tremors were recorded the following days. The precaution measures have then be…