Pada tgl 17Djuli 1971 telah diberangkatkan tim pemtaan Gn. Api menuju banyuwangi Jatim, untuk melanjutkan pemetaan daerah bahaya kawah idjen yang semula telah dikerjakan pada pertengahan bulan Juni 1971 oleh Sdr L. Djoharman B. Sc (Ketua Tim) dan sdr. Komar Restikadjaja (surveyer)
Sebenarnja Peta Daerah Bahaja G. Sameru ini pa-da th. 1968 telah dibuat oleh Sår. Suparto S. B.Sc. bersama penulis sendiri. Tetapi mengingat waktu dan biaja terbatas, sehingga laporan pendahuluan terse-but, terutama hanja mementingkan daerah bahaja un tuk penjebaran lahar, sedang untuk bahaja letusan bersifat sementara.
Of the Kt. Salak geothermal field, the Cibeureum, Cibodas and Cipamatutan areas consisted of steam heated surface waters. The Muhinin, Cikarang, Gisako-ti and Cikuluwung springs could either discharge stean condensate or dilute The discharge of the Sarimaya springs consisted of hot brine.
Maksud dari pekerjaan ini ialah untuk mengadakan pemetaan daerah bahaya G.Slamet sesuai dengan repelita. Karena biaya untuk triwulan III TAHUN PELITA ii tidak mencukupi, pemetaan peretama hanya dilakukan selama dua minggu yang dimulai pertengahan bulan maret, dikerjakan oleh saudara ATO DJUHARA dengan menggunakan kendaraan dinas D 2752.
Atas permintaan Dinas Bencana Alam Direktorat Sungai dan Rawa, penulis bersama Saudara Ato Djuhara dibaah pimpinan sdr. I. Surjo, ditugaskan oleh Kepala Dinas Vulkanologi Direktorat Geologi Bandung, Ke. G. Kelut dan sekitarnya di Kediri Djatim.
Laporan lapangan ini ditulis khusus tentang keadaan sungai - sungai guna bahan bagi perencanaan penanggulangan bahaya lahar hujan yang akan disusun oleh kepala dinas Volakanologi
Daur kegiatan G. Merapi sckarang ini (1973) dimlai dalam bulan tober 1972, ditandai olch ietusan-letusan gas dan terlemparkannya Ok- batuan-batuan lama berupa pasir dan abu. Titik letusan terletak diantara kubah lava 1969 dan sisa lava 1961. Gejala diatas berakhir dalam bulan April ,1973 dinana lava baru mulai muncul dititik yang Bama diiringi oleh awan panas guguran. Kegiatan selanjutnya berup…
Pendakian puncak G. Semeru yang dilakukan mulai tanggal 20-8-1969, telah kembali dengan selamat pada tgl. 22/8-1969 djam 11.00, ketempat pemberangkatann yaitu pos Tawongsongo, djadi memakan waktu 2,5 hari.
Kemungkinan penyebaran daerah endapan lahar ini bisa terjadi didaerah sekitar Bandung dan Cimahi, apabila banyak endapan bahan-bahan piro klastika (bahan-bahan hasl letusan berupan bom, lapili, pasir gunungapi, dan abu gunungapi) yang baru,jika terbawa air hujan ke bawah.
Daerah Maribaja penampungan/pertemuan 4 buah sungai jang langsung ke S. Tjikapundung terus mengalir ke Selatan lewat tengah kota Bandung.