G. Burni Telong termasuk kedalam wilayah Kabupaten Aceh Tengah, Takengon, terletak pada posisi 4°46'00" Lintang Utara dan 96°48'00" Bujur Timur. Tinggi puncaknya 2624 m dari permukaan laut. G. Burni Telong yang mempunyai kawah A, B, dan C pada puncaknya sebenarnya merupakan krucut gunungapi yang tumbuh dilereng selatan Gunung Geureudong.
G. Dempo merupakan gunungapi aktif tipe A yang letusan atau kegiatan vulkaniknya umumnya melemparkan lumpur (letusan freatik ?), menghancurkan kayu-kayu di daerah puncak dan menimbulkan hujan abu di sekitar gunungapi. Menurut catatan sejarah, letusan atau peningkatan kegiatan vulkanik G. Dempo tercatat sejak tahun 1818 sampai saat ini terjadi lk. 19 kejadian. Derajat bahaya gunungapi erat kait…
Sistem telementri G. Kelut bertujuan untuk mengetahui keadaan kawah terutama suhu, pH dan konduktifitas air danau kawah dengan cara jarak jauh yang dilengkapi sistem pancar.
Penyelidikan tahap III dilakukan selama 40 hari, mulai 9 Oktober sampai dengan 17 Nopember 1985, dikerjakan oleh satu tim pemeta yang terdiri dari A. Zaennudin, Isya N. Dana, Rudy D. Hadisantono, dan Deden Wahyudin. Pemetaan tersebut meliputi pengumpulan data geologi, berupa stratigrafi, struktur geologi dan penyebaran hasil kegiatannya.
Gunung kelut (+1731) terletak pada 7 derajat 56 LS dan 112 derajat 18'30" BT, termasuk dalam wilayah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Dari sejarah letusannya G. Kelut ini mempunyai daur kegiatan 10 sampai 19 tahun. Dengan demikian pada 1988 ini telah melampaui siklus kegiatan untuk G. Kelut.
Kawah Ijen merupakan gunungapi aktif (tipe A) yang terletak di wilayah kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Gb. 1). Secara geografis terletak pada 08 03 30 Lintang Selatan dan 114 14 30 Bujur Timur, dengan ketinggian +2386 meter di atas permukaan laut.
Gunung Lamongan (+1671 meter) merupakan suatu gunungapi aktif (tipe A) di Indonesia yang mempunyai ciri khusus yaitu terdapat banyak bekas hasil letusan di daerah kakinya. Gunungapi tersebut terletak di wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Gambar 1).
Dalam menginventarisir jalur objek wisata ini tahap pertama diperlukan studi kepustakaan dari aspek geologi/kegunungapian, keindahan alam serta aspek penunjang lainnya seperti kebudayaan, sosial, sejarah, antropologi, dan lain - lain. Selanjutnya perlu melakukan penelitian langsung ke lapangan meninjau situasi tempat - tempat yang potensil untuk pengembangan keparawisataan.
Penyuluhan vulkanologi di G.Ciremai dilakukan dalam dua tahap atau tingkat, yaitu : (1) Ke 1 - Penyuluhan yang sifatnya sebagai informasi bagi para aparat pemerintah di tingkat Kabupaten, termasuk Muspida dan DPRD. (2) Ke 2 - Bimbingan atau penyuluhan bagi penduduk dan tokoh masyarakat setempat di wilayah yang diduga kuat merupakan kawasan yang sangat rawan bahaya, yaitu di Kawedanaan Cilimus.
Kegiatan penyuluhan/bimbingan Gunungapi Ciremai memiliki tujuan untuk memberikan pengertian dan pemahaman tentang sifat, kondisi alam dan bahaya letusan gunungapi, khususnya G. Ciremai juga memberikan informasi tingkat kegiatan gunungapi serta cara - cara penanggulangannya.