Dalam rangka pengusahan bahan galian golongan C, dalam hal ini batu andesit, serta kebutuhan akan batu andesit dengan adanya rencana pembuatan jalan tol pandalarang-cileunyi, proyek bilangan eksplorasi usaha pertambanganswasta nasional telah melakukan penyelidikan didaerah pasirpaku, desa giri asih, kecamatan batujajar, jawa barat. penyelidikan tersebut duilakukan berdasarkan permintaan batuan …
Dari 129 gunungapi aktif di Indonesia G. Colo tercatat dalam sejarah letusannya merupakan salah satu gunungapi yang letusannya sangat dahsyat. Akibat letusan terakhir tahun 1983 menghancurkan hampir seluruh P. Una0Una yang terkenal dengan predikan sebagai gudang kopra atau ringgit yang mengapung di perairan Teluk Tomini terlanda awan panas, lontaran piroklastik dan lahar, termasuk pepohonan, pe…
Gunungapi Kaba termasuk dalam jajaran gunungapi aktif di wilayah Sumatera bagian selatan. Berdasarkan sejarah letusannya (Tabel 1), G. Kaba merupakan gunungapi tipe A. Sumber letusannya berpindah-pindah tempat sehingga diperlukan penelitian geologi gunungapi dan pengamatan visual maupun kegempaan yang cukup intensif untuk mengetahui perkembangan aktifitas magmatiknya.
G. Talang adalah gunungapi strato yang terletak di Kabupaten Solok. Sumatera Barat dengan posisi geografi 0° 58′42.24" Lintang Selatan dan 100° 40' 46.19" Bujur Timur (Gambar 1). Puncak G. Talang mencapai ketinggian 2597 m di atas muka laut.
Pemeriksaan dan pengukuran suhu solfatara/fumarola di kawah G. Gede adalah dalam rangka realisasi pelaksanaan tugas Triwulan I, Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunung api tahun 1985/86, wilayah Sumatra dan Jawa bagian Barat. Selain dari pada itu untuk mengetahui sampai dimana tingkat kegiatannya dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya.
Berdasarkan SPPD No 2541/P/1984 penulis ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan dan pengukuran suhu kawah - kawah di Datarang Tinggi Dieng selama 30 hari. Maksud dilakukan pemeriksaan tersebut ialah untuk mengetahui tingkat kegiatan pada waktu itu dibandingkan dengan sebelumnya.
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu dilakukan untuk mengetahui tingkat kegiatan G. Guntur dan G. Papandayan dibandingkan dengan keadaan sebelumnya, yaitu berdasarkan keadaan kawah, solfatara dan suhunya.