Dalam melakukan pemantauan kegiatan gunungapi secara terus-menerus digunakan beberapa metoda diantaranya pengamatan kegempaan dan pengamatan visual. Dalam pengamatan kegempaan sering timbul kendala berupa kerusakan pada alat pencatan gempa, sehingga datanya kurang lengkap. Selain pengamatan kegempaan, pengamatan visual juga dapat mendukung data kegiatan gunungapi berupa pemeriksaan tinggi, warn…
Berdasarkan data geologi bahwa pusat letusan G. Raung pada pra-sejarah berpindah pindah, masing masing berurutan dari G. Wates, G. Pajuaran, G.Pajungan dan G. Raung. Di periode kegiatan G.Pajungan, pernah terjadi suatu letusan besar, disertai dengan longsoroan besar yang melanda bagian lereng barat G. Raung (Sutawidjaja dkk., 1987).
G. lamongan yang terletak di wilayah Kabupaten Lumajang dan Probolinggo Provinsi Jawa Timur, dengan tinggi puncaknya 1651 m dpl. Untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut kegiatan G.Lamongan maka dalam tahun anggaran 2000 penelitian terhadap G.Lamongan dimasukkan dalam salah satu program seksi Jawa Bagian Timur.
Sejarah kegiatan gunungapi ini dimasa lampau tidak banyak menunjukkan kegiatan dalam klasifikasi sejarah kegiatan gunungapi di Indonesia. Maka Komplek G.Arjuno-Welirang di golongkan sebagai gunungapi Tipe B.
G. Lokon adalah merupakan salah satu gunung api paling aktif yang terdapat di wilayah Sulawesi Utara. Secara administratif berada dalam wilayah Kecamatan Tomohon, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Secara geografis terletak pada posisi 1° 21' 30" LU dan 124° 47' 30" BT. Kompleks Lokon - Empung terdiri dari 2 puncak, yaitu Gunung Lokon dan G. Empung, dengan ketinggian masing-masing …
Dari sekian banyak gunungapi aktif yang ada di wilayah Indonesia bagian timur, G. Awu di kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, merupakan salah satu gunungapi aktif yang mempunyai fenomena menarik untuk diselidiki. G. Awu yang mirip dengan G. Kelud, memiliki danau kawah. Kawah G. Awu merupakan sebuah kawah tunggal dengan ukuran 1550 x 1200 m2, biasanya berair yang berasal dari air hujan dan tertam…
G. Ibu merupakan gunungapi tipe strato, dalam sejarah letusannya peratamakali pada Agustus-Septembet 1911 berupa letusan eksplosif di kawasan pusat. Letusan berikutnya terjadi pada Desember 1998 setelah 87 tahun beristirahat, menghasilkan sumbat lava yang menutupi dasar kawah bagian dalam
Gunungapi Gamalama merupakan salah satu gunungapi aktif tipe A dengan puncak tertinggi mencapai ketinggian 1715 m meter di atas permukaan laut dan 1690 meter di atas Kota Temate. Berdasarkan catatan sejarah, sejak abad 16 sering terjadi letusan dengan interval terpendek 1 tahun dan terpanjang 50 tahun. Dimulai pada tahun 1538 dengan letusan yang berpusat di kawah puncak. Meskipun letusan G. Gam…
Di sepanjang P. Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Sulawesi utara tersebar sebanyak 129 buah gunungapi aktif, 79 gunungapi diantaranya dianggap berbahaya. Selama dua abad terakhir tidak kurang dari 200.000 jiwa yang menjadi korban letusannya dan tidak terhitung kerusakan harta bendanya. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi bertanggung jawab untuk melakuk…