G. lamongan yang terletak di wilayah Kabupaten Lumajang dan Probolinggo Provinsi Jawa Timur, dengan tinggi puncaknya 1651 m dpl. Untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut kegiatan G.Lamongan maka dalam tahun anggaran 2000 penelitian terhadap G.Lamongan dimasukkan dalam salah satu program seksi Jawa Bagian Timur.
Sejarah kegiatan gunungapi ini dimasa lampau tidak banyak menunjukkan kegiatan dalam klasifikasi sejarah kegiatan gunungapi di Indonesia. Maka Komplek G.Arjuno-Welirang di golongkan sebagai gunungapi Tipe B.
G. Soputan mempunyai tiga kawah yang aktif secara bergiliran yaitu kawah Utama, kawah G. Aeseput dan Aeseput Weru ( parasit). Kawah Utama terletak dipuncak G. Soputan berukuran 600 X 450 m, kawah G. Aeseput berukuran lk 250 x 240 m terletak pada satu krucut sekitar 1 Km sebelah timur laut Kw Utama. Kerucut lainnya terbentuk pada tahun 1915, ketika itu terjadi letusan samping dan leleran lava ke…
G. Colo bertipe strato dan berdanau kawah serta mempunyai ketinggian 588 mdpl, terletak pada posisi 0° 10' Lintang Selatan dan 121° 36,5' Bujur Timur merupakan satu-satunya gunung api di kawasan Teluk Tomini Provinsi Sulawesi Tengah. Gunung api ini terletak memanjang di sepanjang Pulau Una - Una yang merupakan pulau subur. Pada umumnya penghasilan pulau ini adalah kopra. Karena suburnya pula…
Pemindahan sarana pemantauan seismik di G. Slamet telah dilakukan dan sesuai yang diharapkan. Lokasi stasion masing - masing di G. Cilik (1620 mdpl) dan di dekat puncak (3030 mdpl). Kemudian, hasil pemeriksaan kawah di puncak menunjukkan ada perubahan atau kelainan kegiatan dibandingkan hasil pemeriksaan pada waktu-waktu sebelumnya.
Pemantauan visual terhadap kawah yang aktif di Komplek Dieng merupakan kegiatan yang sangat penting dilakukan. pemantauan ini meliputi pengamatan visual, pengukuran suhu air, serta pengukuran suhu solfatara atau fumarola mutlak.
Pengamatan visual ini tidak dilakukan pada seluruh kawah yang ada di Komplek Dieng, melainkan hanya dipilih pada delapan kawah yang cukup aktif yang ada pada lokasi Daerah Bahaya dan satu kawah di Daerah Waspada.
Beberapa upaya dalam menanggulangi letusan G.Semeru antara lain sebagai berikut : (1) Pemantauan yang kontinu seperti seismik, visual, dan cuaca (2) Pembuatan Peta Daerah Bahaya G.Semeru dan Peta Daerah Pengungsian yang aman (3) Pembuatan bangunan pengendali lahar, seperti tanggul pengendali, tanggul penahan, dan kantong - kantong lahar, dan (4) Bimbingan dan Penyuluhan kepada aparat Pemda sete…
G. Kelut diklasifikasikan sebagai gunungapi aktif tipe A yang letusannya bersifat freato magmatik sampai magmatik dan selalu eksplosif. Kegiatan utamanya terdapat selalu dari kawah yang berisi air dengan ketinggian lebih dari 1600 mdpl, sehingga bila terjadi letusan selalu menyeburkan lahar primer yang panas mencapai 2000 C