Pada akhir bulan Februari 1965 didpat berita dari seketeratis Menko Kesejahteraan, drs. Sudarsono, tentnag rencana perjalanan J.M. Menteri Sosial ke daerah Jawa Timur pada tgl 22 Maret 1965. Didalam acara termasuk a.l. peninjauan-peninjauan ke G. Kelut dan G. Semeru
Pengertian sebagian besar rakyat hingga saat ini masih tetap sebagaimana pengertian beberapa puluh tahun yang lampau, apabila G. Semeru meletus tidak takut karena tidak berbahaya, terutama rakyat yang tempatnya sangat berdekatan tinggal di daerah terlarang dan daerah berbahaya, berhubung dengan telah lamanya G. semeru giat dianggap biasa.
Pada tgl. 2 Djanuari1958 diterima berita dari Kantor Kepresidenan Priangan dengan perantaraan telpun, bahwa bupati tasikmalaya mengabarkan G. Galunggung mengeluarkan asap terkepul membubung tinggi dan mengharap pemeriksaan dari Urusan Gunung Api.
Gunung Api di daerah ngada seperti di Manggarai selatan, maka di Ngada Selatan djuga morfologi lapangan2nya, hanya dikuasai oleh kupasan sampai bagaian kupasan bentuk2 gunung api, sebaliknya banjak jang ada di daerag manggarai masih ada dalam taraf erosi muda
Gunungapi ILI LEWOTOBI PEREMPUAN ini letaknja pada titik: 122° 47 B.T. dan 8° 34' 30" L.S. dengan tjorak bentuk STRATO. Terhitung gunungapi kembar. Berdampingan dengan ILI LEWOTOBI LAKI-LAKI, jang berkerutjut lantjip indah, ada disebelah utara. Sedangkan ILI LEWOTOBI PEREMPUAN ini berkerutjut lebar datar, ada disebelah selatan.
Amburombu atau Keo Peak ada di daerah Nage dalam wilayah Ngada, Flores-Barat jang terbanjak gunung api giat. Dari puntjaknja jang lantjip dan gundul, jang lalu mengepul djambul-asap putih menundjukkan tahap fumarola giat.
Kegiatan G.Agung selama tahun 1963 jang disertai dua kali letusan paroksismal pada tgl.17 Maret dan 16 Mei dalam tahun itu djuga telah mengeluarkan bahan2 letusan dalam jumlah sangat banjak termasuk ladu jang diendapkan di-lereng2 gunung. Sedjumlah besar diantaranja memasuki pula sungai Unda beserta anak2 sungainja jang berbulu dilereng selatan G.Agung. Ini mengakibatkan hanjutnja djembatan di …
Letusan G. Agung tahun 1963 tidak merupakan bahaja langsung bagi kota Karangasem. Bentjana jang diderita oleh kota ini adalah akibat daripada letusan tsb. jang berupa lahar2 sekunder jang merusak bagian kota disebelah selatan dan barat, daja. Kerusakan telah terdjadi pada setiap musim dan mengingat masih banjaknja endapan bahan letusan dihulu sungai2 jang menudju kearah kota Karangasem, maka di…