Dalam Repelita VI tahun ke 3, tahun anggaran 1997/1998 Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi menugaskan Tim Pemetaan Topografi, Sub. Dit Pemetaan Gunungapi untuk melakukan pemetaan topografi daerah puncak/kawah gunungapi. Pemetaan topografi puncak/kawah gunungapi mempunyai maksud dan tujuan untuk mengetahui bentuk topografi daerah puncak/kawah dari sebuah gunungapi, guna menyiapkan data/…
Pemetaan topografi puncak/kawah Gunung Dukono mempunyai maksud dan tujuan untuk mengetahui bentuk topografi dan situasi disekitar puncak/kawah disamping mengetahui perubahan bentuk kawah, bibir kawah dan detail lain sehingga dapat menunjang berbagai disiplin ilmu (khususnya dilingkungan Direktorat Vulkanologi) dalam rangka penelitian kegiatan Gunung Dukono.
Pada 11 Juni 1991ditugaskan satu tim pengukuran situasi topografi gunungapi ke . Gamalama. Kabupaten Maluku Utara, profinsi Maluku. Tim pengukuran terdiri dari Rochanan dan Agus Martono dengan SPPD No.355/0441/3402/1991 dan 356/0441/3402/1991. Pelaksanaan perkerjaan selama 36 (tiga puluh enam) hari termasuk perjalanan selama 6 (enam) hari.
Gunung Merapi termasuk gunungapi tipe A yang sampai saat ini masih menampakkan kegiatannya. Dalam pelaksanaan rencana kegiatan tahun anggaran 1995/1996 selain pemetaan topografi puncak, direncanakan pula pemetaan aliran lahar. Peta aliran lahar ini akan sangat membantu dalam penentuan daerah bahaya. Batang Rimbo Piatu merupakan salah satu sungai dilereng Marapi yang mengalir kearah utara, terma…
Seksi Pemetaan Topografi, Sub Dit. Pemetaan Gunungapi tahun anggaran 1994/1995 melakukan Pemetaan Situasi Topografi Puncak Gunung Sorik Marapi di Sumatera Utara. Tujuannya yaitu mendapatkan Peta Situasi Topografi Puncak guna menunjang berbagai disiplin ilmu dalam rangka penelitian Pemetaan geologi/daerah bahaya serta penelitian lainya mengenai Gunung Sorik Marapi dilingkungan Direktorat Vulkano…
Maksud dari pada laporan ini hanya sekedar memberikan laporan tentang kisah pekerjaan/ perjalanan selama penulis bertugas di G. Dempo yang berkedudukan di Kab. Lahat/Sumatera Selatan. Yaitu gunanya untuk mengadakan penelitian dan mengadakan pemetaan daerah bahaya sementara G.Dempo dan sekitarnya.
Maksud dari laporan ini hanya sekedar memberikan laporan tentang kisah perjalanan/pekerjaan, selama penulis bertugas di G. Kaba yang berkedudukan di Ketjamatan Tjurup, Kab. Bedjang Lebong Bengkulu/Sumatra Selatan.
Pada tanggal 15 -13- 1981, kami ditugaskan oleh Kepala Seksi Pemetaan Topografi untuk melakukan pengukuran topografi terkahir yang ada ukuran Sdr. Samud W. Tahun 1977 di perkirakan sudah banyak perobohannya, setelah antara tahun 1977 sampai dengan tahun 1981 sering terjadi kegiatan.
Menjelang akhir tahun 1972, G. Anak Krakatau mungkin tidak mau ketinggalan untuk menyambut tahun baru 1973 dengan batuk - batuk dan letusan asap.
Memenuhi Surat Pemerintah Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat No. KS/212/77 Agustus 1977, perihal Kegiatan G. Ceremai, maka Sub Dit. Vulkanologi Direktorat Geologi menugaskan dua orang petugas dari Seksi Penelitian dan Pemetaan Gunungapi dan satu orang petugas dari Seksi Pengawasan Gunungapi dengan SPPD. No. 3471/s/77 tanggal 26 Agustus 1977- Maksudnya untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut …