Untuk memantau kegiatan G.Ciremai telah dibangun sebuah Pos Pengamatan di Desa Kaliaren, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Pos dilengkapi peralatan dan alat komunikasi, yang dikelola oleh tiga petugas setempat. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pengamatan visual, kegempaan, dan pengukuran suhu air panas disamping dilakukan pemeriksaan puncak secara berkala.
Ciremai adalah salah satu gunungapi aktif di Indonesia dengan ketinggian 3078 m di atas muka laut. Terletak di derah Kabupaten Cirebon, Majalengka dan Kuningan Jawa Barat. Tepatnya terletak pada posisi geografi 6° 53,5 Lintang Selatan, 108° 24 Bujur Timur.
Pemeriksaan G. Ili Werung dilakukan dal am rangka April pengoperasian kembali seismograf, yang sejak Februar i Pada kesempatan ini 1993 tidak berfungsi, karena terjadi kerusakan pada subsistem amplifier. dilakukan juga pengukuran suhu solfatara/fumarola kawah-kawah di sekitar G. Ili Werung. Sehubungan dengan rencana pembangunan Pos Pengamatan untuk G. Ili Werung dalam tahun anggaran 1993/1994, …
G. Ili Boleng terletak di P. Adonara, Kecamatan Waewerang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Gunung ini diamat dari sebuah Pos Pengamatan di Harubala, lk. 5 km arah Tenggara dari puncak. Untuk mencapai lokasi tersebut dapat dicapai dar Larantuka ke Waewerang menggunakan perahu motor lk. 2 jam kemudian dari Waewerang ke Pos pengamatan menggunakan kendaraa bermotor sampai di Desa Harub…
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kegiatannya dibandingkan dengan pemeriksaan yang lebih dulu dan mempelajari kemungkinan adanya peningkatan kegiatan. Jumlah gunungapi aktif tipe A di Nusatenggara Timur ada 16 gunungapi, dari jumlah tersebut yang tetap diawasi hanya 3 gunungapi, yaitu G. Iya, G. Kelimutu dan G. Ebulobo. Maka untuk gunungapi yang tidak mendapat pengawasan secara tetap, …
Gunung Ciremai adalah salah atu gunungapi aktif di Jawa Barat, yang merupakan batas antara Kabupaten Cirebon, Kuningan dan majalengka. Letusan terakhir terjadi dalam tahun 1937/1938, kegiatan letusan berlangsung 24 Juni 1937 hingga 7 Januari 1938. Pusat letusan dari kawah Sentral. Sebaran abu hasil letusan 1937/1938 ialah daerah seluas lk. 52,500 km2 (Kusumadinata 1971)