Lokasi seismometer terbaru bertempat di sekitar Pasir Bentang, lokasi tepatnya adalah pada posisi S 07'15,6' dan E 108'04,350 (handy GPS). Sedangkan kondisi kawah G. Galunggung relatif tidak banyak perubahan, tetapi permukaan air danau kawah menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan kondisi tahun 1995.
G. Ciremai dengan ketinggian puncak 3078 meter di atas permukaan laut terletak pada posisi geografis 108' 24' LS dan 6' 50' BT. G. Ciremai diamati secara menerus dari Pos Pengamatan Gunungapi G. Ciremai di desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.
G. Salak termasuk gunungapi tipe strato dengan ketinggian puncak 2211 m di atas pemukaan laut terletak pada posisi geografis 6' 43' LS dam 106' 44' BT. Secara administratif daerah G. Salak terletak di wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.
Dalam rangka mencapai sasaran Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi Anggaran 1990/1991 penulis dengan SPPD No. 338/0441/3402/1990 ditugaskan untuk melakukan pengamatan seismik dan pemeriksaan Kawah Gunung Ciremai.
Gunung Dempo terletak di daerah Kecamatan Pagar Alam, Kabupaten Lahat, Propinsi Sumatra Selatan. Pada posisi geografi 4°02' Lintang Selatan, 103° 08′ Bujur Timur. Gunung Dempo adalah gunung tertinggi di Propinsi Sumatra Selatan (3173 meter dari permukaan laut) yang merupakan gunungapi strato tipe A (klasifikasi Direktorat Vulkano- logi Bandung, 1979) dalam jajaran busur vulkanik Bukit Barisan.
Pada 18 Juli 1980, penulis dan Sdr. Aidil berangkat menuju Bukittinggi untuk bergabung dengan Sdr. Bustamam dan Sdr. Musbar, masing - masing dengan SPPD No. 702/P/1980, No. 703/P/1980, No. 704/P/ 1980 dan No. 705/P/1980. Kami ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan puncak G. Kerinci, G. Talang, G. Marapi, dan G. Sorik Marapi.
Gunung Ciremai adalah salah atu gunungapi aktif di Jawa Barat, yang merupakan batas antara Kabupaten Cirebon, Kuningan dan majalengka. Letusan terakhir terjadi dalam tahun 1937/1938, kegiatan letusan berlangsung 24 Juni 1937 hingga 7 Januari 1938. Pusat letusan dari kawah Sentral. Sebaran abu hasil letusan 1937/1938 ialah daerah seluas lk. 52,500 km2 (Kusumadinata 1971)