Komplek Lokon terdiri dari dua puncak, yaitu G. Lokon dan G. Empung. Puncak tertinggia G. Lokon yaitu 1580 m dml, disini terdapat triangulasi P112, sedangkan puncak G. Empung berketingggian 1340 dml. Pada punggungan (sadel) antara G. Lokon dan G. Empung terdapat kawah Tompaluan (1210 m dml) yang merupakan kawah paling aktif saat ini. Berdasarkan statistik, G. Lokon meletus setiap antara 1-5 tah…
G. Colo (G. Una-Una) merupakan satu-satunya gunungapi yang berada di kawasan Teluk Tomini, Sulawesi Tengah, bertipe A, mempunyai danau kawah, terletak di P. Una-Una. Karena letusan dahsyat tanggal 23 Juli 1983 yang menghasilkan awan panas (aliran piroklastika) telah menghancurkan sekitar 75% P. Una-Una, sehingga sejak peristiwa letusan itu, tepat sejak diterbitkannya Kebutusan Bupati Poso Nomor…
Kegiatan pengumpulan data ditujukan untuk mengetahui/mengikuti perkembangan akhir kegiatan G. Colo dan perkembangan pemukiman setelah 13 tahun pulau itu kosong penduduk akibat letusan pada tahun 1989. Data yang terkumpul itu merupakan dasar untuk mempertimbangkan upaya penyelamatan penduduk dan harta bendanya melalui suatu mekanisme pengungsian yang relatif aman, mudah dan benar. Gugus gunungap…
Kegiatan pengumpulan data ditujukan untuk mengetahui/mengikuti perkembangan akhir kegiatan G. Colo dan perkembangan pemukiman setelah 13 tahun pulau itu kosong penduduk akibat letusan pada tahun 1989. Data yang terkumpul itu merupakan dasar untuk mempertimbangkan upaya penyelamatan penduduk dan harta bendanya melalui suatu mekanisme pengungsian yang relatif aman, mudah dan benar.
Kegiatan prospeksi lanjut ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan prospeksi sebelumnya pada tahun 2015 dimana hasil pemercontoan geokimia endapan sungai aktif dan batuan di daerah Bangik dan sekitarnya, Kecamatan Boyan Tanjung Kabupaten Kapuas Hulu menunjukkan adanya anomali emas. Metodologi yang digunakan meliputi pengamatan geologi, pemercontoan batuan dan tanah horizon B dengan sistem ri…
Dalam usaha menyadarkan penduduk mengenai bencana, khususnya mereka yang bermukim disekitar G. Lokon dan G. Mahawu Kabupaten Minahasa- Sulawesi Utara, perlu dilakukan penyuluhan mengenai bencana yang mungkin ditimbulkan oleh letusan gunung api di Wilayah tersebut, selain itu di informasikan pula manfaatnya. Penyuluhan yang diberikan kali ini, bukanlah yang pertama, mungkin penyuluhan yang ke se…
Laporan ini dimaksudkan untuk realisasi dari hasil pemetaan geologi kompleks gunung api soputan di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara untuk menunjang pelaksanaan proyek pengawasan/pengamatan dan pemetaan gunung api oleh staf seksi pemetaan geologi, Sub Dit. Pemetaan gunung api tahun anggaran 1993-1994. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan geologi daerah penelitian sehi…
Gunung Mahawu terletak di dataran Minahasa, Sulawesi Utara, pada posisi geografi 124(derajat)51'30'' BT dan 1(derajat) 21'30'' LU (Gb1). Gunung Mahawu merupakan salah satu tubuh gunung api yang muncul dibagian utara kaldera Tondano (Gb.2) (Kemmerling. 1923; Newhall, 1988). Berdasarkan peta sebaran gunungapi, gunungapi di dataran Minahasa terlihat muncul melalui struktur sesar regional. Penyelid…
Dengan setidaknya empat letusan selama 20 tahun terakhir, saat ini sirung menjadi salah satu gunung berapi yang lebih aktif di Indonesia. Namun karena letaknya yang terpencil, sangat sedikit yang diketahui tentang gunung berapi ini dan danau kawa hiperasidnya. Disini kami melaporkan hasil pengukuran pertama kali tentang gas dan emisi panas dari gunung berapi tersebut.
Menurut Van Padang (1951), Gunungapi Wae sano digolongkan sebagai gunungapi aktif Tipe C karena sejak tahun 1600an tidak ada catatan mengenai aktivitas letusan. Menurut Van Padang (1951), gunungapi ini bertipe stratovolkano karena produk letusannya berupa aliran lava dan endapan piroklastik. Wae sano (603 m dpl) merupakan sebuah gunungapi berdanau kawah di bagian Barat Flores dengan ukuran 3,5x…