Gunungapi Ijen adalah gunungapi raksasa (Pra Kaldera), bertipe strato dengan ketinggian l.k. 3.500 m dari muka air laut, yang dinamakan Ijen Tua, pembentukan kaldera Ijen terjadi kira - kira pada 50.000 tahun yang lalu, dengan rempah vulkanik sebanyak 80 km3 tersebar di sekelilingnya berupa endapan awan panas, batuan piroklastika jatuhan serta aliran.
Dalam triwulan pertama tahun 1992/1993 Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi menugaskan satu tim ke G. Lamongan untuk melakukan pendataan kembali pendudukan di sekitar Daerah Bahaya dan Daerah Waspadanya. Survei dilakukan selama 20 hari dengan petugas terdiri dari 7 orang, terhitung mulai tanggal 8 sampai dengan tanggal 27 Mei 1992.
Laporan ini merupakan kumpulan informasi yang diperoleh dari kelompok kerja Seismik/Magenetik, Kantor Seksi Penyelidikan Gunung Merapi, yang telah memanfaatkan komputer baik dalam hal, pengolahan data sampai dengan penyimpanan data kegiatan G. Merapi. Penulis melakukan pengamatan sistem tersebut di Yogyakarta dari tanggal 14 Mei sampai 27 Mei 1992.
Penyelidikan magnet di daerah G.Gede bertujuan untuk menyingkap struktur, variasi batuan yang ada, akan menimbulkan suatu anomali. Hasil penyelidikan ini merupakan data dasar bagi G.Gede yang sangat penting bagi penyelidikan di bidang ilmu lain yang terkait.
Penyelidikan gaya berat di G.Ciremai dan sekitarnya dilakukan dalam bulan Januari 1990 untuk mengetahui peta (pola) penyebaran anomali gaya berat yang ada di daerah tersebut atas dasar mana memungkinkan memberi petunjuk kepada kita tentang struktur geologi (sesar patahan) di bawah permukaan atau hal - hal lain yang dapat dikaitkan dengan aktivitas gunung itu.
Metoda potensial diri digunakan untuk mengukur porbedaan poten-aial alam sepanjang permukaan tanah. Penggunaan metoda ini sederhana, praktin dan niabi murah. Penyelidikan potensial diri G. Guntur merupakan kelanjutan dari penyelidikan/pengukuran terdahulu. Pengukuran yang dilakukan membuat jalur pongukuran molalui G. Goulis-G. Parukuyan-G. Каbuyutan-G. Gunturloleran lava 1840 bagian tenggara …
Secara administratif daerah penyelidikan termasuk dalam Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah. Lokasi penyelidikan termasuk ke dalam wilayah administrasi Desa Pandauke, Desa Giri Mulya, Desa Momo, dan Desa Kolo Bawah. Seluruh desa-desa tersebut masuk ke dalam wilayah Kecamatan Mamosalato. Maksud penyelidikan umum ini adalah melokalisir sebaran endapan nikel laterit di Kabupaten …
Kegiatan Penyelidikan Umum Bauksit dan mineral strategis lainnya dengan metoda Geologi dan Geolkimia di Kabupaten Ketapang dilakukan di Kecamatan Nanga Tayap seluas 75,740 Ha. Sebaran bauksit di lokasi kegiatan sangat bervariasi, baik dari kadarnya maupun ketebalannya, karena di beberapa bagian lokasi telah menjadi bukaan, terdapat pemukiman, perladangan masyarakat, rawa raw…
Dari sekian banyak gunungapi aktif yang ada di wilayah Indonesia bagian timur, G. Awu di kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, merupakan salah satu gunungapi aktif yang mempunyai fenomena menarik untuk diselidiki. G. Awu yang mirip dengan G. Kelud, memiliki danau kawah. Kawah G. Awu merupakan sebuah kawah tunggal dengan ukuran 1550 x 1200 m2, biasanya berair yang berasal dari air hujan dan tertam…
Gunung api Ruang (+714 m) yang merupakan gunung api strato solitaire berbentuk kerucut terpancung (dibangun oleh aliran lava dan endapan piroklastik), merupakan sebuah gunung api yang tumbuh di lingkungan laut membentuk sebuah pulau yang tingginya dari dasar laut 1700 m (Kemmerling, 1923). Pelamparan gunung api ini berkembang bebas membentuk lereng landai ke sebelah utara hingga ke pantai, seda…