gunungapi Sempu digolongkan sebagai gunungapi tipe B, karena sejak tahun 1600-an tidak ada catatan mengenai aktivitas letusan. Gunungapi ini sangat erat hubungannya dengan aktivitas vulkanik yang berada di sebelah selatan, diantaranya adalah G. Maniporok, G. Soputan, G. Tondorukem, G. Rindengan, G. Ketengan, G. Lembeyan, dan G. Kawatak yang merupakan kompleks Kaldera Minahasa (van Padang, 1951)…
Aktivitas vulkanik G. Soputan dicirikan oleh pertumbuhan kubah lava yang terus berlangsung sejak tahun 1991. Pertumbuhan kubah lava tersebut sering di iringi oleh erupsi abu dan hembusan gas. Aktivitas erupsi terkini G. Soputan terjadi pada tanggal 14 Agustus 2011 dengan sebuah erupsi yang menghasilkan kolom erupsi setinggi 1200 meter dari puncak. Sejak tanggal 8 September 2011 status kegiatan …
Dalam sejarah kegiatannya G. Soputan mulai meletus tahun 1785. Saat itu letusan berasal dari kawah utama, kemudian berturut turut terjadi dari tempat yang sama pada tahun 1786, 1833, 1845 dan 1890. Selain kawah utama, pusat kegiatan lainnya adalah dari G. Aesoput dan Aesoput Weru. Berbeda dengan kawah utama kegiatan dari kedua sumber erupsi tersebut umumnya berupa leleran lava (bersifat efusif)…
Menurut Van Padang (1951), gunungapi lumut balai digolongkan sebagai gunungapi aktif Tipe B karena sejak tahun 1600 tidak ada catatan mengenai aktivitas letusan dan bertipe stratovolkano karena produk letusannya berupa aliran lava dan endapan piroklastik. Aktivitas saat ini berupa fumarola dan pemunculan beberapa mata air panas di sekitar tubuh gunungapi. Gunungapi Lumut Balai termasuk kedalam …
Gunungapi Karangetang merupakan gunungapi paling aktif di kawasan Sulawesi Utara, status kegiatan vulkanik G. Karangetang sejak 8 Agustus 2011 hingga sekarang adalah SIAGA (Level III). Pertumbuhan kubah lava yang terkadang di ikuti guguran/leleran lava pijar dan kejadian awan panas guguran menjadi salah satu karakteristiknya. Dalam kegiatanya tercatat beberapa kali mengakibatkan korban jiwa. Ko…
Gunungapi Lokon yang termasuk ke dalam daerah administratif kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara merupakan salah satu gunungapi yang sering mengalami erupsi. Gunungapi ini sering disebut sebagai kompleks Lokon-Empung karena bentuk morfologinya yang memiliki dua puncak yaitu lokon dan empung terpisah dengan jarak 2,3 km ketinggan 1340 m dpl. Sejak tahun 1829 titik kegiatan Kompleks Lokon-Empung…
G lokon merupakan gunungapi yang terletak lebih kurang 800 meter di atas dataran Tondano yang memiliki dua puncak, yaitu puncak lokon dan empung. Puncak tertinggi disebut G. Lokon, memiliki puncak yang datar dan tanpa kawah, dengan ketinggian 1580 m dpl. Puncak kedua dan lebih muda adalah G. Empung, berketinggian 1340 m dpl dan memiliki kawah berdiameter lk. 400 meter kedalaman lk.150 meter. Di…
Gunungapi karangetang merupakan gunungapi yang paling aktif dibandingkan dengan gunungapi lain di Sulawesi Utara. Karakter vulkaniknya sangat khas, dengan titik kegiatan yang selalu berpindah antara kawah utama bagian selatan dengan kawah utama bagian Utara. Sifat letusannya bisa bersifat magmatik eksplosif maupun magmatik efusif yang menghasilkan leleran lava disertai awan panas guguran yang b…
Gunungapi Soputan merupakan salah satu gunungapi aktif, kegiatannya ditandai dengan terjadinya guguran-guguran pada kubah lava. Gunungapi tipe strato ini termasuk kedalam tiga kabupaten yaitu: Kabupaten Minahasa Selatan, Minahasa dan Minahasa Tenggara. Dalam catatan sejarah yang diketahui kegiatan vulkanik G. Soputan mulai meletus tahun 1785. Saat itu letusan berasal dari Kawah Utama, kemudian …
Gunungapi Karangetang merupakan sebuah gunungapi tipe strato yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara. Gunungapi ini terletak di Ujung utara Pulau Siau dengan tinggi puncak 1784 meter di atas permukaan laut. Gunungapi Karangetang termasuk salah satu gunungapi yang paling aktif di Indonesia, tercatat lebih dari 40 erupsi sejak tahun 1675 dan banyak erupsi-erupsi kecil yang tidak tercatat dalam s…