G. Tangkoko yang bertipe strato sewaktu-waktu dapat menimbulkan bencana gunungapi akibat letusannya. Dalam usaha penanggulangan bahaya, terutama mengenai kehidupan manusia yang bermukim di sekitar gunungapi tersebut, diperlukan data jumlah penduduk, perkembangan bangunan-bangunan ataupun pemotretan bangunan-bangunan penting yang berada di dalam wilayah Daerah Bahaya dan Daerah Waspadanya. Semua…
Dalam usaha menyadarkan penduduk mengenai bencana, khususnya mereka yang bermukim disekitar G. Lokon dan G. Mahawu Kabupaten Minahasa- Sulawesi Utara, perlu dilakukan penyuluhan mengenai bencana yang mungkin ditimbulkan oleh letusan gunung api di Wilayah tersebut, selain itu di informasikan pula manfaatnya. Penyuluhan yang diberikan kali ini, bukanlah yang pertama, mungkin penyuluhan yang ke se…
Dalam laporan kerja lapangan ini masih menitik beratkan tentang pengadaan bahan-bahan informasi untuk penyuluhan Vulkanologi/Gunung api, terutama melakukan kegiatan pengamatan dan pendataan kependudukan yang terletak di dalam daerah bahaya (Kawasan Rawan Bencana II) dan daerah waspada (Kawasan Rawan Bencana I) G. Ambang. Posisi Geografi Gunung api tipe A ini, terletak pada 0° 44' 30" LU dan 1…
Penyusunan laporan Gunung api Karangetang dibuat sebagai realisasi dari hasil Petrokimia Gas Gunung api. Penyelidikan ini dimulai pada tanggal 20 Desember 1996 sampai dengan 8 Januari 1997, sesuai dengan rencana Seksi Petrokimia dan Gas yang tercakup dalam Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunung api Tahun Anggaran 1996/1997. Kegiatan penyelidikan geokimia gas gunungapi dilakukan dengan bebera…
G. Tangkoko atau nama lainnya Tonkoko adalah gunungapi yang tergolong aktif bertipe strato, dengan ketinggian 1149 meter diatas muka laut (dml). Gunungapi ini sudah beristirahat selama 125 tahun. Pertama kali diamati secara rutin dari Pos PGA dalamtahun 1985, dan penyempurnaan peralatan seismograf pada 17 April 2002. Tida pernah teramati gejala perubahan kegiatan. Pada September 2002, gunungapi…
Dari Pos Pengamatan Gunungapi G. Lokon dan G. Mahawu atu dari Tomohon, secara fisik G. Mahawu nampak seperti perahu yang tertelungkup, mirip dengan G. Tangkubanparahu di Jawa Barat, memanjang dari utara ke selatan. Terletak berdampingan dengan G. Lokon, sehingga populer dengan sebutan Lokon - Mahawu. Lembang yang terbentuk antara keduanya merupakan jalan raya Tomohon yang menghubungkan antara T…
Awu merupakan gunungapi yang menempati posisi paling utara di Propinsi Sulawesi Utara, serta merupakan bagian akhir dari rangkaian gugusan Sangihe-Talaud. Setiap letusannya hampir selalu mengakibatkan korban jiwa, meskipun kegiatannya hanya berlangsung beberapa hari. Sehingga tipe letusannyalah yang dianggap sebagai sumber dari bencana tersebut. Dalam setiap letusannya selalu disertai lahar let…
Memantau kegempaan suatu gunung api menjanjikan suatu kemungkinan dugaan tingkat kegiatan gunung api itu sendiri. Pengamatan Seismik di G. Lokon telah dilakukan pada Mei hingga Juni 1985 (Laporan No. 504/DV/1985), ketika itu secara visual kegiatan G. Lokon menunjukkan gejala peningkatan kegiatan. Ternyata kemudian, pada Maret 1988 serangkaian peletusan terjadi dan berlangsung hingga September. …
Jajaran gunung api aktif di kepulauan sangir antara lain G. Ruang, G. Banua Wuhu, G. Siau (Karangetang) dan G. Awu. Morfologi di kepulauan ini yaitu vulkanik muda, sedangkan keadaan tektonik di daerah ini dibentuk oleh 4 pertemuan lempeng litosfer yaitu Eurasia, Filipina, India dan Pasifik. Zone Beniof memanjang sejauh 230 km dengan sudut sekitar 45 derajat di bawah lempeng FIlipina. Gunungapi …
Indonesia dengan 127 gunungapi merupakan negara dengan potensi bencana letusan gunungapi yang cukup tinggi. Resiko terjadinya korban jiwa dan kerusakan harta benda merupakan akibat langsung dari banyaknya gunungapi yang berbahaya tersebut. Selama dua abad terakhir tidak kurang dari 200000 jiwa yang menjadi korban letusannya dan tidak terhitung kerusakan harta bendanya.