Kepulauan banda terdiri atas 11 gugusan pulau di Laut Banda, pulau-pulau besar di antaranya pulau Lonthor, Neira, Rhun, dan Pulau Hatta. Salah satu pulau gunungapi seluas lebih kurang 7,4 km persegi bernama pulau Bandaapi dibentuk dari hasil erupsi gunungapi. Sejarah kegiatan selama 4 abad terakhir ini paling tidak terjadi 24 erupsi gunung Banda Api, termasuk yang berlangsung pada 9 Mei 1988
Gunungapi Inelika terakhir meletus tahun 2001 dan menyyebabkan kepanikan di wilayah sekitar gunungapi. Hampir sebelas tahun setelah letusan terakhir, gunungapi inelika tidak menunjukkan adanya suatu kenaikan aktivitas yang berarti. Pengamatan terpadu ditujukan untuk melihat lebih detail tentang aktivitas terkini dengan menggunakan berbagai metode pengamatan monitoring gunungapi.
Beberapa potensi gunungapi yang telah dikembangkan di sekitar gunungapi ini adalah penggalian batu dan pasir, sedangkan manifestasi lainnya belum tampak. Penyelidikan pada gunungapi ini belum banyak dilakukan, karena dianggap sebagai gunungapi yang istirahat dari kegiatannya, atau kegiatan letusannya tidak tercatat dalam sejarah manusia.
Gunung Sangeangapi merupakan pulau gunungapi yang secara administratif masuk kedalam wilayah kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan ketinggian 1909 m dpl. Kota terdekat dari Gunung Sangeangapi adalah Kota Bima. Gunung tersebut diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api yang terletak Desa Sangiang, Wera, di Pulau Sumbawa, kurang lebih 10 km ke arah barat daya dari pulau …
Gunungapi Keli Bara digolongkan sebagai gunungapi tipe B, karena sejak tahun 1600 an tidak ada catatan mengenai aktivitas letusan. Gunungapi ini sangat erat hubungannya dengan aktivitas vulkanik yang berada disebelah utaranya, yaitu G. Kelimutu, beberapa penduduk setempat menyebutnya gunung Sokoria. G. Keli Bara adalah gunungapi sekunder yang tumbuh di dalam kaldera Sokoria yang bergaris tengah…
Indonesia terletak pada pertemuan tiga lemoeng kerak bumi, sehingga terbentuk jalur tektonik yang menimbulkan rawan bencana geologi (Gempa bumi, tsunami, letusan gunungapi dan gerakan tanah). Di Indonesia terdapat 129 buah gunungapi aktif yang setiap saat dapat meletus dan mengancam penduduk sekitarnya, pada jalur itu pula sering terdapat bencana geologi lainnya seperti gempa bumi, gerakan tana…
Gunungapi mempunyai tingkat aktivitas yang berbeda-beda, dan memiliki jarak antar erupsi dan kekuatan/intensitas erupsi yang berbeda-beda pula. Tingkat potensi ancaman/bahayanya juga berbeda-beda, tergantung pada kekuatan erupsi, jumlah penduduk, dan jarak permukiman terhadap pusat aktivitas gunungapi. Oleh karenanya perlu klasifikasi prioritas pemantauan pada masing-masing gunungapi.
Gunungapi Rokatenda merupakan salah satu gunungapi aktif yang erupsinya bersifat efusif dan eksplosif yang menghasilkan aliran lava dan piroklastik. Akhir dari satu perioda erupsi sering dicirika oleh pembentukan kubah lava. Rokatenda tua dibentuk oleh batuan lava dan aliran piroklastik yang penyebarannya banyak menempati lereng Barat dan Selatan gunung, dan juga terdiri dari sisa-sisa kerucut …
Gunungapi Rokatenda merupakan salah satu gunungapi aktif yang erupsinya bersifat efusif dan eksplosif yang menghasilkan aliran lava dan piroklastik. Akhir dari satu perioda erupsi sering dicirikan oleh pembentukan kubah lava. Rokatenda tua dibentuk oleh batuan lava dan aliran piroklastik yang penyebarannya banyak menempati lereng BArat dan Selatan gunung, dan juga terdiri dari sisa-sisa kerucut…
Gunungapi Rokatenda (875 mdpl) merupakan salah satu gunungapi aktif tipe-A di Indonesia. Gunungapi ini terdapat di Pulau Palue, Flores, tumbuh di antara tectonic setting Flores Thrust dan Weber Thrust. Sejarah erupsi G. Rokantenda bersifat efusif dan eksplosif yang menghasilkan abu, aliran lava, dan aliran awan panas/pirokalsti. Lontaran material seperti abu, pasir, lapili dan bom-bom vulkani, …