Atas permintaan Dinas Bencana Alam Direktorat Sungai dan Rawa, penulis bersama Saudara Ato Djuhara dibaah pimpinan sdr. I. Surjo, ditugaskan oleh Kepala Dinas Vulkanologi Direktorat Geologi Bandung, Ke. G. Kelut dan sekitarnya di Kediri Djatim.
Laporan lapangan ini ditulis khusus tentang keadaan sungai - sungai guna bahan bagi perencanaan penanggulangan bahaya lahar hujan yang akan disusun oleh kepala dinas Volakanologi
Dengan adanja kegiatan G. Someru sedjak bulan September 1967 dan peristiwa-peristiwa terdjadinja lahar di Besuk Ko-bokan (K. Redjali) dan K. Glidik, telah diminta oleh Koman-do Pelaksana Penanggulangan Bentjana Alan Djawa Timur di Surabaja, petugas Volkanologi untuk mengadakan survey di G. Semeru,
Diantara gunung-gunung berapi di Indonesia G. Merapilah yang paling aktif. Kalau kita melihat sejarah kegiatannya sejak tahun 1991 maka gunung api tersebut dalam jangka waktu 72 tahun lebih banyak bekerja daripada tidak.. Kecuali menurut kenyataan bahwa G. Merapi sering bekerja dan hampir tiap kegiatan menyemburkan awan panas, maka G. Merapi tergolong yang paling berbahaya di Indonesia.
Dari hal voluma pada benda2 lemparan volkanik lepas, me-lebihi pada ketinggian dari batuan2 lelehan. Dari sedjumlah Jang anat besar batu2 bom berputar dan lapili2 berpori, jang kasar2, bergigi tadjam dan petjahan2 permukaan dari aliran2 lava, maka kami DAPAT MENARIK KESIMPULAN, bahwa LETUSAN2 TJ)-RAK STROMBOLIAN, sudah terdjadi ber-ulang2.
Daur kegiatan G. Merapi sckarang ini (1973) dimlai dalam bulan tober 1972, ditandai olch ietusan-letusan gas dan terlemparkannya Ok- batuan-batuan lama berupa pasir dan abu. Titik letusan terletak diantara kubah lava 1969 dan sisa lava 1961. Gejala diatas berakhir dalam bulan April ,1973 dinana lava baru mulai muncul dititik yang Bama diiringi oleh awan panas guguran. Kegiatan selanjutnya berup…
Pendakian puncak G. Semeru yang dilakukan mulai tanggal 20-8-1969, telah kembali dengan selamat pada tgl. 22/8-1969 djam 11.00, ketempat pemberangkatann yaitu pos Tawongsongo, djadi memakan waktu 2,5 hari.
pekerjaan yang dilakukan penulis yang dibantu oelh Sdr. Samud adalah pembuatan penampang melintang sepanjang sungai-sungai yang hulunya berasal dari sekiatar puncak Gunung Tangkuban Perahu.
Kemungkinan penyebaran daerah endapan lahar ini bisa terjadi didaerah sekitar Bandung dan Cimahi, apabila banyak endapan bahan-bahan piro klastika (bahan-bahan hasl letusan berupan bom, lapili, pasir gunungapi, dan abu gunungapi) yang baru,jika terbawa air hujan ke bawah.
Perlu penulis beritahukan, bahwa dalam tahun Pelita 1972 dari Seksi Petapi sedang mempersiapkan peta2 daerah bahaya/waspada, dengan dilengkapi oleh gambar-hidup2, gambar berwarna biasa dan gambar hitam/putih di sekitar kawah dan dari bagian kawah yaitu tiap2 jurusan sekitar gunung bila memungkinkan. Pekerjaan ini sudah hampir se-tengahnya gunung2 berapi di Indonesia. Maka pada tgl. 7-8-1972 pen…