Berdasarkan Surat Perintah Perjalanan Dinas nomor. 116/P/1985, 117/P/1985 dan 121/P/1985 masing-masing atas nama Sdr. I Nengah Guna, Sdr. I Ketut Naka dan Sdr. K Jani Suwartiyasa, diperintahkan untuk melakukan pengamatan visual Gunung Agung. Seperti diketahui bahwa gunung Agung adalah gunungapi bentuk strato yang terletak di kecamatan Rendang, daerah Tingkat II Kabupaten Karangasem Pulau Bali. …
Pemantauan ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kegempaan tersebut terhadap kegiatan vulkanik di Komplek Dieng, yaitu dengan melihat dan mempelajari gempa - gempa yang tercatat pada seismogram.
Pengamatan lapangan kegiatan vulkanik di Kw. Ijen, yaitu untuk melihat perubahan kegiatannya. Ancaman bahaya yang paling menonjol dari kegiatan vulkanik di Kw. Ijen, adalah terhadap kemungkinan terjadinya pelepasan gas racun di sekitar lobang solfatara.
Pemetaan daerah bahaya G.wilis dan sekitarnya dilakukan dalam rangka pelaksanaan Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, pada PELITA V tahun ke 5. Lama pemetaan 1 bulan dari awal Oktober 1992 s/d awal November 1992, dengan menggunakan peta topografi berskala 1 : 50.000 sebagai peta dasar dan 1 : 100.000, edisi U.S.A.M.S. (FE) yang dikompilasi dari Jawa dan Madura pada 1964.
Penyelidikan dimaksudkan untuk meneliti petrologi dan geokimia batuan hasil gunungapi Ijen sekitarnya yang meliputi pencarian dan pengambilan conto batuan di lapangan dengan memperhatikan gejala vulkanik, Analisa petrografi dan Analisa kimia conto batuan.
Sejak September 1967 G.Semeru selalu aktif. Kegiatannya berupa pembentukan lidah lava di Kw. Jonggringseloko yang mengarah ke Selatan, kadang - kadang bergeser ke arah tenggara. Pergeseran posisi akumulasi lava menyebabkan perubahan arah bahaya yang mengancam. Oleh karena itu, dilakukan pendataan ulang di daerah yang diduga akan terancam bahaya pada waktu ini oleh 5 orang petugas selama 15 hari.
Sebagai salah satu gunungapi aktif di Indonesia, kegiatan vulkanik G.Gede di monitor secara menerus melalui pengamatan visual dan kegempaan dari Pos PGA. G Gede di Ciloto, Puncak, Kecataman Pacet, Kabupaten Cianjur.
G. Semeru merupakan gunungapi tertinggi di P.Jawa, puncak tertinggi dikenal Mahameru (+3676) tetapi menurut Data Dasar Gunungapi Indonesia, pada pengamatan tahun 1973 Kawah Jonggring Seloko yang terbentuk tahun 1913 mempunyai kubah lebih tinggi dari Puncak Mahameru yaitu 3744.5 meter.
Pada tahun anggaran 1993/1994 Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi, telah menugaskan satu tim deformasi ke gunung Guntur dan gunung Ciremai untuk melakukan pengukuran deformasi dengan metoda ungkit kering (dry tilt) dengan metoda "EDM" (Electro-Optical Distance Measurements). Tugas tersebut dilaksanakan selama 34 hari, yaitu dari tanggal 24 April sampai dengan 27 Mei 1993.