Tiap letusan gunungapi tipe Plinian merupakan suatu cobaan alamiah yang dapat merubah mukabumi serta kehidupan flora dan fauna secara luas. Ciri letusan tersebut tidak ada bandingannya dengan eksperimen yang pernah dilakukan manusia, demikian diucapkan Ernst (1907), seorang akhli botani Swiss setelah kunjungannya di kepulauan Krakatau tahun 1906 bersama-sama dengan Backer (Bogor), Campbell (Cal…
Tanggal 20 November , T. Situmorang, Djaja Sumpena dan penulis ditugaskan ke G. Dempo, Sumatera Selatan, maksudnya ialah untuk mengumpulkan data data letusan dan melakukan pemeriksaan puncak - puncaknya, sehubungan dengan berita yang dimuat dalam beberapa suart kabar. G. Dempo adalah gunungapi tertinggi di Sumatera Selatan yaitu 3173 meter di atas permukaan laut atau 2900 meter di atas dataran …
Sesuai rencana kerja proyek pemetaan geologi Gunungapi Sub-Direktorat Pemetaan Gunungapi Direktorat Vulkanologi pada PELITA III geologi gunungapi Krakatau. Pekerjaan lapangan berlangsung 40 hari dari 13 Maret sampai dengan 21 April 1982.
Dalam pelaksanaan rencana kerja seksi penelitian dan pemetaan Gunungapi triwulan II 1975/1976, Sr, Pandi Karnaen bersama penulis dan seorang petugas dari seksi pengawasan Gunungapi, sdr. Basit Suryadi, ditugaskan ke G. Seulawah Agam (1k. 1.1762 m) dan G. Seulawah Inong (1k. 868m) di daerah Aceh. Pekerjaan ini dilaksanakan juga sehubungan dengan radiogram dari Gurbernur Aceh kepada Direktur Dire…
Sehubungan dengan posisi geografi Pulau Anak Krakatau sampai saat ini belum menentu, sedangkan letak Gunungapi Anak Krakatau dalam penyebaran Gunungapi di Indonesia sangat penting, perlu kiranya untuk menentapkan posisi geografi Pulau tersebut. Dengan demikian Kepala Sub Direktorat Pemetaan Gunungapi menugaskan penulis untuk maksud tersebut yang dibantu oleh Saudara Komar. R. dan Saudara A. R…
Dalam rangka pelasanaan Repelita ke IIi, tahap IV, tahun 1982 - 1983, seksi pemetaan geologi Gunungapi, Subdit Pemataan Gunungapi, direktorat vulkanologi Bandung akan melakukan pemetaan feologi G. Sibayak, Sumatera Utara.
Pengamatan visual sering kali terhalang cuaca yang buruk, kabut mendung, gerimis - gerimis hujan yang menutup tubuh G. Merapi. Selama waktu cerah yang sejenak, asap, solfatar woro, Gendol, dan ladang yang lain berhembus dengan tekanan lemah setinggi maksimum 400 m. Dari Pos Pengamatan Babadan, Plawangan, dan Ngepos termati kubah lava yang meninggi dan bertambah besar.
Pada 25 Juni 1981, dengan SPPJ n. 761/P/1981, n. 762/P/1981, dan n.888/P/1981, S.Wikartadipura, M.S.Santoso dan A.D. Sumpena ditugaskan ke G.Salak Jawa Barat untuk melakukan pemeriksaan puncak dan pemetaan daerah bahayanya.
Mount Lamongan, 1670 m above sea level, is located in the regencies of Lumajang and Probolinggo, East Java. Geographically it lies between latitudes 7'46'23' to 8'8'3' South and longitudes 113' 13'20' tto 113'23' East. It covers the area of about 1000 square kilometers.
Deretan vulkanik Ungaran - Merapi di Jawa Tengah terletak pada satu kelurusan-vulkanik (volcanic-lineament) yang berorientasi U 67' B. Kerucut - kerucut vulkanik tersebut pada umumnya memproduksi batuan alikali-kapur, namun demikian gunungapi - gunungapi tersebut memperlihatkan sedikit variasi dalam kandungan K20.