Gunung Sewu adalah salah satu contoh Topografi Karst didaerah Tropis yang terdiri dari ribuan bukit - bukit berbentuk kerucut dimana bukit - bukit ini dipisahkan satu sama lain oleh lembah - lembah yang bentuknya tidak teratur.
Tenaga pelaksana terdiri atas Ir. M.Z. Sjarifudin sebagai Kepala tim penyelidikan petrokimia G. Papandayan dibantu oleh Sdr.U.Saelan (tenaga pelaksana), Sdr. Dedy Supriadi (pengemudi) dan beberapa tenaga harian setempat (3 s/d 6 orang). Waktu tugas penyelidikan di lapangan antara lain di daerah kawah Papandayan, lereng sebelah barat, selatan dan tenggara serta di daerah medan laharan (sebelah l…
Pada tahap pertama kegiatan pendataan kependudukan hanya dapat dilakukan terbatas, pada bahaya langsung di dalam daerah sebaran awan panas letusan dan awan panas guguran, terutama di wilayah Kecamatan Srumbung.
G. Kelut merupakan salah satu gunungapi yang sangat berbahaya kota-kota besar didekatnya, yaitu Blitar dan Kediri. di P. Jawa, karena penyebaran bahan letusannya akan melanda. Di samping itu penduduknya cukup padat yang bermukim di sekitarnya. Pengamatan gunungapi yang dilakukan selama ini belum dapat menyimak dengan baik kegiatannya, sehingga sama sekali belum da pat menduga kapan gunungapi te…
Sesuai dengan rencana kerja Seksi Petromikia dan Gas pada Sub Direktorat Analisa Gunungapi dalam rangka Penyelidikan Petrokimia dan Gas di G.Gede Jawa Barat, penulis yang disertai Saudara Rakimin dan disetujui oleh Kepala Seksi Petrokimia dan Gas merencanakan pada tanggal 20 April 1985 menuju ke tempat tersebut guna melaksanakan penyelidikannya selama 20 hari.
Tim penyelidikan Geokimia Gunung Papandayan dan G. Gede dengan tenaga pelaksanaan 2 orang terdiri Sdr. Ita Darwita dan penulis sendiri dibantu tenaga harian setempat.
G. Kelut, Jawa Timur meletus terakhir pada 1966. Berdasarkan data statistik, siklus kegiatan G. Kelut adalah 15 sampai 24 tahun.
Tujuan penyelidikan untuk meghimpun data geologi, mencakup stratigrafi, struktur geologi, geomorfologi dan penyebaran hasil letusan masa lampau, dan aspek kegunungapian lainnya.
Untuk melaksanakan pemetaan topografi penulis menggunakan jalan dari Kp. Gunungputri/Cipanas, sebabnya adalah: a)Waktu perjalanan relatif tidak terlalu lama b) Pembantu lapangan tidak terlalu mahal c) Perjalanan tepat mencapai lokasi "Base camp" yang direncanakan.
Sesuai dengan rencana kerja Bagian Proyek Pemetaan Daerah Bahaya Gunungapi, Proyek Pemetaan Geologi Gunngapi, dalam Pelita IV tahun pertama (1984-1985), maka pada tanggal 11 Desember 1984 Kepala Bagian Proyek Pemetaan Daerah Bahaya telah menugaskan satu tim untuk mengadakan pemetaan ulang daerah bahaya G. Ijen.