Pemetaan daerah bahaya G.Guntur dimaksudkan selain melakukan pengecekan keadaan kawah (kegiatan puncak) juga pemeriksaan lembah sungai yang berhulu dari daerah puncak yang akan menampung debu dan pasir hasil letusan G.Galunggung 1982 yang menutupi G.Guntur serta bahan longsoran untuk potensi banjir bandang (galodo).
Pekerjaan lapangan selain melakukan pemeriksaan kawah (puncak) juga pemeriksaan lembah sungai yang berhulu dari daerah puncak serta sensus penduduk yang pemukimannya berdekatan dengan sungai tersebut.
Dalam tahun anggaran 1983/1984, Proyek Pemetaan Geologi Gunungapi merencanakan akan melakukan pemetaan geologi G.Raung dan sekitarnya di Provinsi Jawa Timur, karena penelitian yang membahas tentang stratigrafi dan aspek geologi lainnya yang khusus hasil endapan gunungapi Raung belum ada yang melakukan.
Pemetaan dimaksudkan untuk mengumpulkan segala data geologi berupa stratigrafi, struktur geologi dan pelamparan dari hasil kegiatan gunungapi Slamet dan parasit - parasitnya sehingga dapat diterbitkan suatu peta geologi gunungapi Slamet dengan skala 1 : 50.000.
G. Lamongan (1651 m di atas suka laut) merupakan sebuah gunungapi yang mempunyai banyak kawah samping (maar/ranu) maupun kerucut-kerucut parasit di sekitarnya, semuanya ada sekitar 55 buah. Tetapi dalam kesempatan ini hanya dilakukan pemeriksaan kawah enja. G. Lamongan merupakan gunungapi dengan puncak kembar, sebuah lagi dengan nama G. Tarub.
Pemetaan Geologi Gunungapi komplek Arjuno-Welira merupakan salah satu program Proyek Pemetaan Geologi Gunugapi, Direktorat Vulkanologi anggaran 1982-1983.
The frequency of rockfalls and glowingulouds were continued to be observed through out December 1983. This activity was confined to the south-west of Merapi volcano, to the Batang river and reached a maximn distance of 1.3 km. from the summit.
Bom gunungapi skoria dan lapili letusan April - November 1982 mengandung ragam plagioklas, piroksen ortho, piroksen clino, olivin dan magnetit.
Pelaksanaan penelitian dan pengecekan data geologi dilakukan dari tanggal 24 Januari 1983 sampai dengan 22 Februari 1983, dengan personil terdiri dari Rivai Chaniago B.Sc, Ir. Djoko Nugroho dan dibantu oleh seorang pengemudi serta penulis sendiri.
Kira-kira 250 m ke timur-laut dari TPS 11 ditepi kiri sungai Cipanas, pada ketinggian 365 4. terdapat mata-airpanas. vang oleh penduduk setempat disebut Cipanas Cihaseumkolot. Air panasnya ditampung dengan dam yang disebut dam Kawi letak-nya di desa Cibubuan kecamatan Conggeang. Mata-airpanasnya sen diri agak jauh dari sungai Cipanas, di tevi sawah dikaki tebing Airnya mengalir ke dam, dicampur…