Di G.Cireme telah dipasang 6 buah stasiun pengukuran ungkit kering ("dry tilt") dan diperoleh harga - harga konstanta ungkitan utara selatan (TN) dan timur - barat (TE) untuk setiap stasiun.
Pengukuran deformasi ungkit kering di G.Guntur, Kabupaten Garut dilakukan pada bulan Juli 1991, disertai dengan pengecekan dan perbaikan tanda bensmark pada beberapa stasiun ungkit kering.
Berdasarkan laporan bulanan Subdit Pengamatan Gunung Api bulan April 1991, kegempaan Gunung Gede di Jawa Barat sejak akhir Februari 1991 menunjukkan peningkatan. Jumlah gempa sebelumnya kurang dari 5 kejadian/hari menjadi 4 -10 kejadian di akhir bulan Februari dan mencapai puncaknya tanggal 30 April 1991, berjumlah lebih 380 kali kejadian (gempa vulkanik dangkal + dalam).
Pada tahun 1978 di sekitar kawah G. Papandayan telah dilakukan pengukuran oleh Sdr. Samud W., Ato Djuhara, dan Agus Karim namun pekerjaan ini tidak berlanjut dikarenakan beberapa hal. Sedangkan untuk membuat peta situasi yang memadai guna menunjang peta daerah bahaya yang dibuat oleh Sdr. P. Kasturian, Samud W., dan A Djadja Sumpena pada tahun 1985, peta situasi ini baru dapat menyajikan kira k…
Semenjak keluarnya lava G. Anyar 1898, G. Lamongan belum menunjukan lagi kegiatan yang menghawatirkan. Dilihat dari sejarah letusan G. Lamongan menunjukan aktivitasnya di puncak serta di lerengnya.