Pengamatan kegiatan gunungapi dilakukan dengan tujuan untuk memantau kegiatannya, terutama hubungannya terjadinya dengan tersebut seharusnya yang suatu letusan. Pengamatan dilakukan secara berkesinambungan, sehingga data-data diperoleh dapat digunakan dasar penentuan bilamana suatu gunungapi sedang meningkat atau akan meletus. Salah satu dasar telah penafsiran suatu gunungapi meningkat kegiatan…
Gunung Dempo terletak di daerah Kecamatan Pagar Alam, Kabupaten Lahat, Propinsi Sumatra Selatan. Pada posisi geografi 4°02' Lintang Selatan, 103° 08′ Bujur Timur. Gunung Dempo adalah gunung tertinggi di Propinsi Sumatra Selatan (3173 meter dari permukaan laut) yang merupakan gunungapi strato tipe A (klasifikasi Direktorat Vulkano- logi Bandung, 1979) dalam jajaran busur vulkanik Bukit Barisan.
Berdasarkan SPPD No.608/0441/3402/1987 dari tanggal 7 Hopem- ber 1987 sampai dengan 1 Desember 1987 yakni selama 25 (dua puluh lima) hari, penulis ditugaskan untuk melakukan pemerik saan/penyelidikan G. Ciremai secara visual.
G. Ciremai adalah salah satu gunungapi aktif di Jawa Barat dan terletak pada batas tiga wilayah Kabupaten Kuningan, Majalengka dan Cirebon.
Gunung Ciremai terletak di Jawa-Barat termasuk Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka pada posisi geografi 6° 53 lintang Utara dan 108 25 lintang Selatan dengan ketinggian 3.070 m dari permukaan laut dan tergolong pada kwalifikasi tingkat kegiatan tipe A/strato.
Dengan maksud untuk mengetahui perubahan kegiatan secara visual dan pembentukan kubah lava G. Merapi pada waktu ini ser ta melihat segala perubahan keadaan sungai sehubungan dengan to lah terjadinya aliran lahar dalam musim hujan ini, penulis ber-sama dengan empat orang pengamat dari G. Merapi ditugaskan un-tuk melakukan pemeriksaan. Bersama dengan dua orang Pengamat dari G. Merapi melakukan me…
Sebagaimana telah direncanakan dalam tahun 1980 pada tanggal 26 sampai 31 Mei 1980 dilakukan pemeriksaan kawah G.Papandayan, G.Guntur dan G.Galunggung. Tujuan dari pemeriksaan tersebut adalah untuk mengetahui kegi-atan gunungapi tersebut dibandingkan dengan hasil pemeriksaan sebelumnya.
Dengan dipasangnya patok di lobang-lobang solfatara oleh pe-meriksa yang lebih dahulu yang seluruhnya berjumlah 21 buah mempermudah dan memperlancar pekerjaan kami. Karena dengan ada-nya patok tersebut kita dapat langsung mengetahui adanya peru-bahan suhu di tiap lobang dibanding dengan hasil pemeriksaan sebelumnya.
Pada tanggal 6 - 8 November 1979 dilakukan pemeriksaan dan pengukuran suhu di G. Galunggung, G.Guntur, G.Papandayan, dan G.Gede. Pemeriksaan ini dilakukan sehubungan dengan terjadinya gempabumi tektonik pada tgl 2 November 1979 yang episentrumnya terletak pada 3,85' Lintang Selatan dan 108' Bujur Timur (Pusat Meteorologi dan Geofisika).
Lokasi seismometer terbaru bertempat di sekitar Pasir Bentang, lokasi tepatnya adalah pada posisi S 07'15,6' dan E 108'04,350 (handy GPS). Sedangkan kondisi kawah G. Galunggung relatif tidak banyak perubahan, tetapi permukaan air danau kawah menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan kondisi tahun 1995.