G.Galunggung merupakan salah satu gunungapi aktif di Jawa Barat, termasuk wilayah kabupaten Tasikmalaya dan Garut. Sejak meletus 1982 gunungapi ini tidak menunjukkan kegiatan yang mencolok, aktifitas gunungapi Galunggung dalam keadaan aktif normal. Namun, yang menjadi permasalahan adalah naiknya permukaan air danau kawah kaitannya dengan aktifitas gunung tersebut. Oleh karena itu, Sub Dit Pemet…
Sebagai salahsatu tugas Direktorat Vulkanologi memberikan informasi mengenai gunungapi kepada masyarakat di sekitar gunungapi, diantaranya G. Sumbing yang mencakup wilayah Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo, Jawa Tengah letaknya lebih kurang 160 km sebelah barat laut kota Yogyakarta.
Metode pengukuran situasi topografi dilakukan dengan cara spring station atau lebih dikenal dengan sistem loncat kijang. Pembacaan alat dilakukan dengan cara seri yaitu dibaca biasa dan luar biasa hal ini dimaksud untuk menghindari kesalahan pembacaan sekecil mungkin sehingga hasil petanya mencapai tingkat akurasi yang baik.
Pemetaan geologi (stratigrafi detail) lereng selatan G.Merapi (lembar peta 47/XLI-m dan 47/XLI-q) mempunyai maksud dan tujuan untuk mengetahui macam dan jenis endapan volkanik khususnya di lereng selatan G.Merapi. Dengan mengetahui macam dan jenis endapan tersebut secara tidak langsung kita akan dapat mengetahui bagaimana sejarah letusan G.Merapi di waktu lampau berdasarkan singkapan yang dijum…
Dalam mengantisipasi bahaya yang ditimbulkan Gunung Merapi, pada bulan Mei 1993 telah dilakukan pemantauan tingkat aktivitas Gunung Merapi secara tepadu yaitu kimia, fisika, dan geologi. Pemantauan secara kimia meliputi kimia gas, kondensat, temperatur lubang gas vulkanik, batuan, udara bebas, merkuri, dan kecepatan emisi gas S02 dalam plume vulkanik.
Pada triwulan pertama tahun anggaran 1993 - 1994 ini, Kelompok Kerja Geologi dan Laharan melakukan evaluasi terhadap endapan awan panas dan lahar 1992 - 1993 serta endapan sebelumnya di bagian lereng barat G.Merapi, yang meliputi daerah hulu K.Senowo, K. Lamat, K.Blongkeng, K.Sat 2, dan K.Bebeng.
Penyelidikan kimia air dan gas ini dimaksudkan untuk mengumpulkan berbagai conto air dan gas dari daerah yang potensial berbahaya sebagai sumber penyebar gas dan sumber pencemaran air. Conto yang terkumpul diharapkan dapat memberikan informasi secara kimiawi tentang tingkat bahaya langsung dan tidak langsung kegiatan Gunungapi Dieng.
Pengukuran volume kubah Gunung Merapi bertujuan untuk mengetahui secara "pendekatan" berapa besar volume kubah Gunung Merapi. Digunakan istilah "pendekatan" karena berdasarkan atas sifat dari metoda - metoda pengukuran yang dipergunakan.
Gunungapi Ijen adalah gunungapi raksasa (Pra Kaldera), bertipe strato dengan ketinggian l.k. 3.500 m dari muka air laut, yang dinamakan Ijen Tua, pembentukan kaldera Ijen terjadi kira - kira pada 50.000 tahun yang lalu, dengan rempah vulkanik sebanyak 80 km3 tersebar di sekelilingnya berupa endapan awan panas, batuan piroklastika jatuhan serta aliran.