Pasca letusan G. Inelika 11 Januari 2002, telah merubah anggapan masyarakat setempat terhadap keberadaan G. Inelika yang sebelumnya hanya menganggap sebuah bukit (gunung) mati dan dapat diperlakukan apa saja, kini masyarakat telah sedikit banyak mulai ''memperhitungkan" keberadaanya, hal terbukti ketika Tim Direktorat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geolohi mewawancara mereka pada tanggal 27 da…
Pada 1974, terjadi letusan di lereng gunung Batur disertai dengan aliran lava baru. Pada Agustus 1975, aliran lava tersebut telah dipetakan oleh Sdr. Soedarso, sedang kawah- kawah yang menunjukkan keaktipan sama sekali belum dipetakan. Pada Januari 1981 (SPPD No.1902/P/1980 dan 1903/P/80) makalah pemetaan topografi kaldera G. Rinjani (Lombok), Sdr. Effendi dan saya bekerja di kaldera gunung Bat…
Pada tahun 1966 terjadi letusan pada puncak gunung Barujari (G. Tenga), juga terjadi aliran lava baru. Setelah letusan puncak gunung Barujari ini sama sekali belum dipetakan kembali. Kemungkinan besar kawah Barujari mengalami perobahan topografinya, juga pada lereng-lerengnya yang terlanda aliran lava baru. Maka dari itu sesuai dengan rencana kerja Pelita III tahun ke 2, bagian Proyek Pemetaan …
G. Tambora terletak di Semenanjung P. Sumbawa bagian utara, termasuk dalam wilayah Kabupaten Dompu dan bima. Gunungapi ini merupakan gunungapi aktif strtao tipe A, sebagian dari puncaknya telah hancur sebagai akibat letusan 1815 dan membentuk kaldera dengan garis tengah sekitar 7 km, puncak tertinggi lebih 2851 m dpl. Di dalam kaldera terdapat kawah yang disebut Doro Api Toi dan menghasilkan le…
G. Wurlali di P. Damar, nama yang tidak populer dikalangan para pemerhati gunungapi khususnya, apalagi kalangan umum. Betapa tidak, gunungapi yang berlokasi di Laut Banda ini sudah istirahat selama 101 tahun dihitung dari letusannya yang terakhir yang berlangsung pada tahun 1892 (K. Kusumadinata, 1979) dan jarang dikunjungi oleh pemerhati gunungapi karena sulitnya transportasi. Selama ini hanya…
Dalam merealisasi rencana kerja tahun anggaran Sub Dit Pemetaan Gunung 1992/1993 Api, Seksi Direktorat Vulkanologi, Penginderaan Jauh telah melaksanakan pemetaan geologi gunungapi Gn. Lewotobi laki dan Gn.Lewotobi perempuan, Flores Timur berdasarkan hasil tafsiran foto udara. laki Maksud dari survey dan penafsiran foto udara ini untuk mengetahui jenis serta sebaran batuan yang membentuk gununga…
Sebagai realisasi rencana kerja Proyek Pengamatan/Pe-anggaran 1993/1994 ngawasan dan Pemetaan Gunungapi tahunan pada tanggal 8 Mei 1993 diberangkatkan Ato Djuhara dan Agus Martono dengan SPPD masing-masing No. 330/0441/3402/93 dan 331/0441/3402/93 ke G. Pui atau G. Meja selama 34 hari termasuk perjalanan. G. Pui menurut penduduk setempat namanya ialah G. Meja. G. Pui atau G. Meja yang merupakan…
Gunungapi disatu pihak dapat merupakan sumber bencana, dilain pihak juga dapat merupakan sumber kesejahteraan. Salah satu dari tiga gunungapi aktif di Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Komplek Gunungapi Rinjani (+ 3726 m) yang menjulang di Utara Pulau Lombok, menempati Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Barat. Komplek Rinjani mempunyai kaldera berukuran 4888 X 3500 m, dengan yang men…
Dua buah gunungapi aktif tipe strato doma lava dan strato, terletak di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Propinsi Nusatenggara Timur. Kedua gunungapi tersebut dipisahkan oleh pelana pada ketinggian 1232 m diatas muka laut. Yang berada di sebelah Baratlaut pelana tinggi puncaknya G. Lewotobi Laki-laki. Posisi geografinya 8° 32'Lintang Selatan, 1220 46,5' Bujur Timur (Kemerling, 19…
Jumlah gunungapi yang dipantau/diamati secara visual maupun kegempaan oleh Seksi Pengamatan Wilayah Bali dan Nusatenggara untuk saat ini sebanyak 21 gunungapi yang tersebar di beberapa pulau yaitu: 2 gunungapi di P. Bali, 1 gunungapi di P. Lombok, 2 gunungapi di P. Sumbawa, di P. Lomblen dan 1 gunungapi di P. Pantar. Ke 21 gunungapi tersebut diamati secara menerus baik secara visual (pemeriksaa…