Pada tanggal 8 Juni 1978 terjadi banjir lahar. maka dari itu dilakukan survei pada tanggal 29 Juni 1978 dari jembatan S. Krasak di Salam ke bawah sampai Banaran
Adapun survey tersebut bertujuan, antara lain, ialah a. Untuk mengetahui kerusakan kerusakan yang diakibatkan lahar hujan b. Lokasi penyimpangan/Peluapan lahar hujan c. Desa desa yang kemungkinan dapat terkena penyimpangan/peluapan lahar hujan.
Kegiatan G. Kelut diamati secara berkala guna mengumpulkan data-data kegiatan sebelum letusan, Beberapa parameter yang diharapkan dapat digunakan sebagai penunjuk peningkatan kegiatan diantaranya yaitu seismik, suhu air danau kawah dan lain-lain. Dengan dipasangnya jaring-jaring seismograp 3 komponen vertikal akan dapat dianalisa arah dan asal suatu gempabumi, terutama dimaksudkan untuk menetah…
Laporan singkat G. Semeru No. 01/WSP/AC/78, tertanggal Pos Vulkanologi Argosuko 24 Januari 1978, isinya, antara lain, ialah terjadi perpindahan atau perobahan peluncuran awan pijar guguran ke arah dan masuk Curah Kobokan sejauh 6-7 km dari titik pusat guguran; sebelumnya awan pijar tersebut melalui K. Besuk Kembar.
Tgl. 15 Aqustus 1k. jan. 09. mulai terasa adanya concangan gempabunt. rada bari itu geapa yang terasa so banyak 30 kali sedanckan yans terontat oleh seismograp di observatori 0. Lemongan di Gunungmeja (Klakah) seba nyak 427 kali. Gempa ternea tal. 16 Agustus hanya 3 kali tetapi tercatat oleh seismograp sebanyak 1484 kali. Do ngan demikian diduga "main ahook" dari seluruh kegiatan ini terjadi pa…
Sebagai kelanjutan laporan lapangan 115. 48, yang berjudul "Pengukuran kordinat Kuarter dan Tersier di sekitar G. Semeru (G. Sawur dan Tawongsongo)", inipun sama juga kebutuhannya untuk memenuhi data abdis, kordinat dan tinggi (X. Y. Z) di kampung Sumberbulus (Sumberjo ) dan Pos Pengawasan G. Semeru di Argosuko
Pemasangan kabel di bawah tanah yang utama dari observatori G. Kelut di Margomulyo sampai di Bambingan telah selesai dalam bulan Agustus 1975. Kabel yang terpasang sepanjang 1K. 4000 m.
Penugasan ke Gunung Semeru untuk mengadakan pemeriksaan laharan dan penyebarannya di sebelah Selatan dan tenggara selama 30 hari
Untuk menentukan berapa volum air danau kawah G. Kelut haruslah peta kawah G. Kelut diukur kembali. Dalam pelaksanaannya, pada tanggal 13 Pebruari 1978 penulis serta 3 orang petugas Sub Direktorat Vulkanologi, Direktorat Geologi, ditugaskan untuk melakukan pengukuran kedalaman kawah G. Kelut selama 27 hari.
Untuk melaksanakan dan mengerjakan pemetaan topografi di daerah penyebaran aliran lahar di Semeru tahun 1976, maka dua orang karyawan ditugaskan ke daerah tersebut. Dua orang petugas ialah: zdr. Sobana dan penyusun laporan