Pada tanggal 30 Maret 1971 penulis telah ditugaskan kedaerah Gn Semeru bagian barat oleh Kepala Dinas Vulkanologi , atas perminataan Ass. I projek Gn Semeru (Bapak I. Surjo). Tujuan utama tugas tersebut untuk mengadakan penelitian endapan pada sungai-sungai yang hulunya dari Gn. Semeru bagian barat.
Dalam rangka penelitian dan dan pengawasan tingkat keaktipan gunungapi, khususnya penelitian dalam bidang geokimia, sesuai pula dengan rencana kerja penelitian gas ekshalasi G. Herapi di Jawe Tengah, seperti tercantum dalan laporan No. 76 g2/DV/14/15, mebuah team pada tanggal 29 April dan 30 April 1975 yang lalu, dus hari berturut-turut, telah mengadakan pendakian ke puncak G. Merapi di Jawa Te…
Hujan lebat di daerah puncak G. Merapi yang terjadi pada 22 - April 1975 di sore hari, mengakibatkan banjir lahar di K. Putih. Banjir tersebut berlangsung selama 2 jam lebih, dimulai dari jam 16 18.20. Di pos Ngepos sendiri diwaktu itu hanya turun hujan kecil, ourah hujan yang tercatat ialah 25 mm.
Dengan surat perintah No. 3336/5/1975 dan No. 3337/8/1975 tanggal 9 Agustus 1975, Sdr. Sobana bersama dengan penulis ditugaskan selama 14 hari, untuk melakukan pemetaan lahar sekitar Besuk Tretes pamasuk Kookan. Hal itu sehubungan dengan banjir di Besuk Tretes pada tgl 9-8-1975
Dalam laporan lapangan ini penulis menitik beratkan tentang aliran lahar hujan, terutama mengenai keselamatan kampung - kampung yang terletak disekitar jalur - jalur sungai yang kemungkinan akan dilaluinya. Hal ini berhubungan dengan gejala - gejala kenaikan kegiatan G. Merapi pada bulan Mei 195.
Mt. Tangkubanparahu, 2081 meters abobe scalevel, is located approximately 30 km north of Bandung. It is an active volcano which has crupted many times. The Volcanology Division of the Geological Survey of Indonesia maintains an observatory to this volcano.
Puluhan tahun yang lalu daerah indarung dan sekitarnya telah menjadi sasaran penyelidikan, antaralain oleh Schmidt pada tahun 1932, Rainir D. dan Goei T.H. (1961),Kendarsi 1964) dan Rapiloes Kasope (1968). dari laporan penyelidikan terdahulu dapat disimpulkan sebagai berikut;Schmidt (1932) menyatakan bahwa kontak anatara batusabak dan batugamping berumur permekoarbon adalah kontak sesar dengan …
G.Kelut (+ 1731 m) termasuk salah satu dari 79 gunungapi aktif yang berbahaya di Indonesia. Nilai Derajat Bahayanya 87, dari 100 yang maksimum. Letaknya di Jawa Timur, di batas antara Kabu-paten Kediri-Blitar-Malang. Kediri dan Blitar merupakan kota-kota besar di sebelah baratlaut dan baratdaya G.Kelut.
G.Sumbing termasuk type B (Van Bemelen 1948) dengan kawahnya berbentuk tapal kuda kearah timur laut, tertutup sumbat lava, termasuk Kabupaten Wonosobo dan Temanggung bagian barat laut gunung ini menjulang tinggi dengan G. Sundoro.
Dengan Surat Perintah Perjalanan Dinas No. 2306, tanggal 2-2-1989, Komar Restikajaya, Sobana Rasid, pengemudi Kosim Al Sukar dan penulis di-tugaskan untuk menentukan/memilih lokasi setasiun Tilting disekitar G. Guntur di Kabupaten Garut Jawa Barat. G. Guntur adalah nama sebuah puncak dari suatu kelompok gunung muncul ditiga dataran tinggi (dataran tinggi Leles, Garut dan sungai Cimanuk).