Berdasarkan rencana kerja dalam tahun anggaran 1993/1994, tahun terakhir PELITA V Proyek Pengembangan Pertambangan dan Energi wilayah XIII Pengkulu, salah satu diantaranya adalah penyelidikan pemantauan Gunung api Kaba di Kabupaten Rejang Lebong yang antara lain dilakukan pengukuran suhu solfatara, fumarola dibagian puncak, pencatatan kejempaan Gunungapi Kaba, penyuluhan /informasi di Desa Sumb…
Sebagaimana diketahui, bahwa G. Sorik Marapi yang terletak di Propinsi Sumatera Utara, termasuk salah satu gunungapi paling aktif bertipe A, dimana dapat dikenali dari sejarah letusannya yang pernah terjadi sejak th. 1830 dan terakhir letusan pada th. 1986. Bahaya korban tidak begitu banyak tercatat, namun demikian adapula catatan korban secara tidak langsung dalam kejadian pada th 1915, yaitu…
Dalam rangka melaksanakan kegiatan Proyek Pengamatan Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi pada Pelita V tahun anggaran 1993/1991. Seksi Pemetaan Topografi. Sub Dit Pemetaan Gunungspi, Direktorat Vulkanologi telah melakukan pengukuran topografi puncak gunung Dempo di daerah Sumatera Selatan. Tim pengukuran ini terdiri dari: Agus Karim, SPPD No. 1006/0441/3405/93. Rep Dehlan. SPPD nomor 1003/0441/34…
S. Bronto dkk (1990), melakukan pemetaan Daerah Bahaya G.Krakatau untuk menyusun Peta Daerah Bahaya Tsunami. Memang, antara letusan besar yang satu ke letusan besar berikutnya dari suatu gunungapi biasanya berjarak waktu sangat panjang (ratusan sampai ribuan tahun). Namun demikian karena G. Krakatau saat ini sudah lebih dari 100 tahun sejak letusan dahsyatnya pada tahun 1883, dan G.Anak …
Gunung Rajabasa merupakan gunungapi strato tipe B dengan ketinggian 1281 m, terletak di Kecamatan Kalianda dan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Propinsi Lampung Letak geografis 5°47' LS dan 105°37'5" BT
Panasbumi merupakan salah satu energi alternatif, yang dapat digunakan sebagai pengganti energi konvensional. seperti minyak bumi, gas dan batubara. Penyelidikan di bidang Panasbumi akan berguna sekali dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam, untuk dapat digunakan semaksimal mungkin dalam memenuhi kebutuhan akan energi baik dimasa kini dan dimasa yang akan datang.
S. Bronto dkk (1990), melakukan pemetaan Daerah Bahaya G.Krakatau untuk menyusun Peta Daerah Bahaya Tsunami. Memang, antara letusan besar yang satu ke letusan besar berikutnya dari suatu gunungapi biasanya berjarak waktu sangat panjang (ratusan sampai ribuan tahun). Namun demikian karena G.Krakatau saat ini sudah lebih dari 100 tahun sejak letusan dahsyatnya pada tahun 1883, dan G.Anak Krakata…
Sasaran penyelidikan/pemantauan daerah bencana alam gunungapi Kaba adalah memperoleh data pengamatan lapangan dengan melakukan pengukuran di bagian puncak Gunungapi Kaba secara: visual, no non visual, pencatatan kegempaan seismograf) dan pengukuran penampang sungai sebagai tempat aliran lahar, serta melakukan pengumpulan data kependudukan yang diperkirakan merupakan daerah bahaya letusan Gunung…
Yang melatar belakangi pentingnya pengumpulan data dan dokumentasi G. Dempo ini, sehubungan gunung tersebut termasuk dalam klasifikasi Tipe A yang setiap saat akan terjadi letusan, maka perlu dilakukan observasi tersebut di atas sebelum penyeluhan gunungapi dilakukan. Disamping itu rencana kerja inipun merupakan program yang disusun sebelumnya berdasarkan prioritas yang ditentukan oleh Direkto…
Penyuluhan Vulkanologi dengan topik G. Marapi di Sumatera Barat, dilaksanakan pada 13 Juli 1993 hingga 11 Agustus 1993, Sasaran penyuluhan tersebut adalah Aparat Pemerintah yang tergabung dalam SATLAK PB, penduduk yang bermukim di sekitar G. Marapı, meliputi wilayah Kabupaten Agam, Tanah Datar, Kodya Bukittinggi dan Padang Panjang. Penyuluhan dihadiri juga oleh Pemuka masyarakat, Pemuka adat s…