Mengacu pada keputusan menteri energi dan sumber daya mineral nomor 1915 tahun 2001 tentang organisasi dan tata kerja Departemen energi dan sumber daya mineral yang pada pasal 486 butir (1) Seksi bimbingan mempunyai tugas: menyipkan bahan penyusunan, pengawasan dan evaluasi bimbingan teknis, pameran dan publikasi, penyuluhan mitigasi bencana bagi penuduk yang bermukim di kawasan rawan bencana g…
Buku ini membahas mengenai potensi sumber daya mineral, unsur tanah jarang (UTJ), dan karakteristik sedimen dasar laut di tujuh lokasi strategis perairan Kepulauan Riau, yaitu: Selat Batam-Bintan, Bintan Selatan, Singkep, Natuna, Karimun, Kundur, dan Pulau Nipah. Wilayah-wilayah ini merupakan bagian dari Paparan Sunda dan terletak pada jalur timah Asia Tenggara yang kaya akan batuan granit seba…
Gunungapi guntur secara administratif terletak di kabupaten Garut, merupakan salah satu gunungapi aktif di jawa barat. Puncak kerucut yang tertinggi dikenal sebagai gunung masigit dengan ketinggian 2248 m diatas permukaan laut, sedangkan ketinggian dari kota garut adalah lebih kurang 1550 meter. Gunung guntur merupakan salah satu nama puncak yang masih aktif dari suatu kelompok besar gunung.
The following report is this time focusing again at the improvements of the seismo-acoustic networks. Even the bilateral project is already aging more equpment has been installed: this concern hydrophones, which replaced recently the microphones and a doppler radar at pos Babadan.
Menurut catatan yang terdapat di lingkungan perpustakaan direktorat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi dan puslitbang geologi tidak dijumpai adanya laporan-laporan yang menjelaskan tentang kegatan vulkanisme di komplek G. Wilis dalam kurun sejarah, oleh karenanya gunungapi ini dapat diklasifikasikan sebagai gunungapi tipe C (van Bemmelen, 1949, p.189).
Kegiatan Inventarisasi potensi bahan galian yang berada di sekitar G. Sundoro termasuk di wilayah kabupaten Wonosobo dan Temanggung, Jawa tengah. Daerah ini merupakan salah satu lokasi yang dicantumkan dalam program buku petunjuk perasional proyek penyelidikan dan pengamatan gunungapi, direktorat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi dalam tahun anggaran 2001.
Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi dimaksudkan untuk membuat batas-batas daerah yang kemungkinan dapat terlanda oleh erupsi gunungapi baik yang berupa bahaya langsung, maupun bahaya tidak langsung daerah bahaya G. Sumbing sebelumnya telah dipetakan oleh P. Kasturian dan A. Djuhara pada tahun 1981, lemudian diperbaharui oleh S. Hamidi, A. Djuhara dan A. Martono pada 1989.
Daerah gunungapi selain dapat menimbulkan bencana juga memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Di dalam masa pembangunan ini perlu kiranya dilakukan usaha untuk membantu penyusunan tata ruang dan tata guna lahan di daerah gunungapi sehingga manfaatnya bagi kesejahteraan hidup dapat dipergunakan seoptimal mungkin, namun risiko bahaya gunungapinya dapat ditekan seminimal mungkin.