Pemantauan ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kegempaan tersebut terhadap kegiatan vulkanik di Komplek Dieng, yaitu dengan melihat dan mempelajari gempa - gempa yang tercatat pada seismogram.
Pengamatan lapangan kegiatan vulkanik di Kw. Ijen, yaitu untuk melihat perubahan kegiatannya. Ancaman bahaya yang paling menonjol dari kegiatan vulkanik di Kw. Ijen, adalah terhadap kemungkinan terjadinya pelepasan gas racun di sekitar lobang solfatara.
Maksud penulisan laporan ini adalah untuk melakukan evaluasi kegiatan vulkanik G.Kelut saat ini, selama perioda November 1992 s/d 10 Maret 1993. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat kegiatan vulkaniknya hingga saat ini (selama Desember 1992 s/d Maret 1993)
G. Slamet merupakan gunungapi aktif tipe A terletak di wilayah Kab. Pemalang Purwokerto dan Brebes. Sepanjang sejarah bahwa letusan G. Slamet menghasilkan abu, skoria dan lava. Letusan G. Slamet yang pertama kali tercatat terjadi tahun 1772, menghasilkan abu dan lava pijar.
G. Kelut terletak dalam wilayah Kab. Kediri, Blitar, dan Malang. Sejak awal November 1989 terekam pada alat pemantau gempa adanya peningkatan kegempaan secara mencolok dan kegiatan vulkaniknya yang dicerminkan oleh peningkatan suhu air danau kawah.
Minggu kedua Desember 1991 terjadi lonjakan jumlah gempa tektonik lokal, yaitu mencapai 172 kejadian, kemudian untuk memantau pengaruh tersebut terhadap kegiatan vulkanik G.Lamongan, serta kemungkinan pembentukan rekahan seperti pernah terjadi sebelumnya, maka perlu dilakukan pemantauan seismik lebih intensif dan peninjauan lapangan.
Laporan pengamatan kawah G.Slamet ini disusun berdasarkan laporan lapangan pendakian oleh Sukedi dan Sudradjat. Pendakian dilakukan pada tanggal 27 Februari - 1 Maret 1991.
Berdasarkan parameter kegempaan, mengacu pada harga perioda rata - rata, maka diperkirakan bahwa sumber kantung (pocket) magma G.Slamet berada di kedalaman yang relatif dangkal.
Jumlah gempa vulkanik dangkal G.Slamet terus meningkat sejak tanggal 17 Januari hingga Maret 1991, kemudian disusul oleh peningkatan jumlah gempa permukaan.
Di Gunung Sundoro dan Gunung Sumbing dilakukan pemasangan seismograf RTS jenis MEQ - 800 di Komplek Pengunungan Dieng, Sebelum ini, seismograf di daerah Pengunungan Dieng menggunakan sistem kabel dan sering mengalami gangguan cuaca dan akibat putusnya kabel, sehingga kesinambungan perekaman gempa sangat terganggu. Oleh karena itu, pada tanggal 13 Juni 1990 dilakukan pemasangan seismograf dengan…