G. Sumbing (2508 m dpl) merupakan gunungapi yang masih menjadi perdebatan para pakar gunungapi, apakah termasuk kedalam Tipe A atau Tipe B. Menurut sebagian pakar bahwa, gunungapi ini termasuk kedalam Tipe A karena pra 1600 tepatnya pada tahun 1909 dn 1921 pernah terlihat aktivitas vulkanik walaupun informasi tentang kegiatan ini tidak begitu jelas.
Sebagai metode utama dalam pemantauan Gunung Semeru, metode seismik digunakan untuk memantau pergerakan magma didalam gunungapi yang dapat digunakan, sebagai indikator akan terjadinya erupsi.