Untuk mengetahui tingkat kegiatan G. Lamongan yang sehari - harinya dapat dimonitor yaitu dengan pengamatan visual dan kegempaan yang dapat dilakukan di Pos Pengamatan Gunungapi yang berlokasi di G. Meja. Selain pengamatan rutin yang dilakukan setiap hari pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu ranu -ranu di sekitar G. Lamongan dilakukan secara temporer.
Kegiatan vulkanik G. Slamet dipantau dari Pos Pengamatan Gunungapi yang terletak di sebelah selatan G. Slamet, tepatnya di Desa Gambuhan kecamatan Pulosari Kabupaten Pamulang Jawa Tengah pada ketinggian +1025 mdpl.
Pengamatan visual ini tidak dilakukan pada seluruh kawah yang ada di Komplek Dieng, melainkan hanya dipilih pada delapan kawah yang cukup aktif yang ada pada lokasi Daerah Bahaya dan satu kawah di Daerah Waspada.
Pada 5 Oktober 1995, dilakukan pemerksaan Kawah Jonggring Seloko di Puncak G. Semeru. Dari hasil pemeriksaan tersebut terdapat perubahan dasar kawahnya jika dibandingkan dengan hasil pemeriksaan tahun 1994.
Dari sejarah letusan G.Slamet yang tercatat mulai tahun 1772 sampai tahun 1992, letusan yang terjadi hanya berupa letusan abu, letusan lava pijar dan peningkatan kegiatan seismik ( Kusumadinata, 1979).
Dari beberapa pemantauan visual yang dilakukan di G.Semeru, salah satunya adalah pemantauan lidah/kubah lava di puncak. Kemudian, dilakukan juga perbaikan seismograf yang rusak dan pembenahan lokasi pemasangan seismometer.
Sebagai salah satu gunungapi aktif di Indonesia, kegiatan vulkanik G.Gede di monitor secara menerus melalui pengamatan visual dan kegempaan dari Pos PGA. G Gede di Ciloto, Puncak, Kecataman Pacet, Kabupaten Cianjur.
G.Kelut merupakan salah satu gunungapi berbentuk strato yang masih aktif, mempunyai ketinggian +1731 meter di atas permukaan laut, atau +1650 meter di atas dataran kota Kediri.
Penyelidikan kimia air dan gas ini dimaksudkan untuk mengumpulkan berbagai conto air dan gas dari daerah yang potensial berbahaya sebagai sumber penyebar gas dan sumber pencemaran air. Conto yang terkumpul diharapkan dapat memberikan informasi secara kimiawi tentang tingkat bahaya langsung dan tidak langsung kegiatan Gunungapi Dieng.
Penyelidikan geokimia panasbumi dilakukan untuk mengamati dan meneliti setiap gejala panasbumi yang nampak dilapangan, baik berupa sumber panasbumi yang muncul dipermukaan maupun gejala-gejala yang ada seperti adanya alterasi, oksidasi maupun gejala yang lain yang masih ada hubungannya dengan sumber panas bumi dikedalaman.