Kegiatan pengamatan terhadap gunungapi aktif dilakukan secara menerus, dengan menggunakan beberapa metoda. Selama ini pengamatan menggunakan metoda visual serta kegempaan, juga ditambah dengan sistim ARGOS (Satelit) yang dipasang di beberapa gunungapi dengan metoda kegempaan serta deformasi.
Merupakan tugas pokok dari Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi di lingkungan Sub Direktorat Pengamatan Gunungapi pada Seksi Jawa bagian Timur tahun angggaran 1998/1999. Kegiatannya untuk melakukan pengamatan visual dan pengamatan seismik G.Lamongan dan G. Arjuno-Welirang.
Untuk mengetahui tingkat kegiatan G. Lamongan yang sehari - harinya dapat dimonitor yaitu dengan pengamatan visual dan kegempaan yang dapat dilakukan di Pos Pengamatan Gunungapi yang berlokasi di G. Meja. Selain pengamatan rutin yang dilakukan setiap hari pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu ranu -ranu di sekitar G. Lamongan dilakukan secara temporer.
Kegiatan vulkanik G. Slamet dipantau dari Pos Pengamatan Gunungapi yang terletak di sebelah selatan G. Slamet, tepatnya di Desa Gambuhan kecamatan Pulosari Kabupaten Pamulang Jawa Tengah pada ketinggian +1025 mdpl.
Pengamatan visual ini tidak dilakukan pada seluruh kawah yang ada di Komplek Dieng, melainkan hanya dipilih pada delapan kawah yang cukup aktif yang ada pada lokasi Daerah Bahaya dan satu kawah di Daerah Waspada.
Pada 5 Oktober 1995, dilakukan pemerksaan Kawah Jonggring Seloko di Puncak G. Semeru. Dari hasil pemeriksaan tersebut terdapat perubahan dasar kawahnya jika dibandingkan dengan hasil pemeriksaan tahun 1994.
Dari sejarah letusan G.Slamet yang tercatat mulai tahun 1772 sampai tahun 1992, letusan yang terjadi hanya berupa letusan abu, letusan lava pijar dan peningkatan kegiatan seismik ( Kusumadinata, 1979).
Dari beberapa pemantauan visual yang dilakukan di G.Semeru, salah satunya adalah pemantauan lidah/kubah lava di puncak. Kemudian, dilakukan juga perbaikan seismograf yang rusak dan pembenahan lokasi pemasangan seismometer.
G.Kelut merupakan salah satu gunungapi berbentuk strato yang masih aktif, mempunyai ketinggian +1731 meter di atas permukaan laut, atau +1650 meter di atas dataran kota Kediri.
Pengamatan seismik Gunung Lamongan dilakukan di Pos Gunung Meja. Dipakai seismograf dengan sistem pemancar gelombang radio (RTS) yaitu di setiap seismometer dilengkapi dengan pemancar untuk mengirim gelombang sinyal. Sedangkan di Pos Pengamatan dilengkapi dengan alat penerima gelombang sinyal. Seismometer dan pemancar di pasang di tiga lokasi yaitu G. Anyar (GAN), G.Grobogan (GRO), dan G. Dadap…