Gunungapi Anak Krakatau merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Selat Sunda, muncul diantara P. Panjang, P. Sertung dan P. Rakata (kompleks G. Krakatau). Sejak pemunculannya tanggal 11 Juni 1927 hingga 2011, Gunung Anak Krakatau telah mengalami erupsi lebih dari 100 kali baik bersifat eksplosif maupun efusif. Dengan waktu istirahat berkisar antara 1-6 tahun. Aktivitas Gunung Anak Kr…
Gunungapi Anak Krakatau adalah berupa suatu pulau gunungapi yang aktif terletak di dalam Kaldera Krakatau. Dalam sejarah letusannya tercatat bahwa G. Krakatau meletusa sangat besar pada bulan Agustus 1883. Karena letusan katastropis itu sebagian tubuh gunungapi ambruk (runtuh) menyebabkan terjadinya gelombang tsunami besar ke arah Lampung (tinggi gelombang lebih dari 15 m), mengakibatkan korban…
Gunungapi Anak Krakatau merupakan hasil kelanjutan proses erupsi yang terjadi pada Kaldera Krakatau. Letusan Gunung Krakatau tahun 1833 yang menghasilkan kaldera tersebut telah menimbulkan bencana tsunami yang menelan korban hingga 36000 jiwa. Gunungapi Anak Krakatau secara langsung telah menimbulkan kembali satu ancaman bencana bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar komplek Krakata…
Sebagai gunungapi aktif yang sewaktu waktu dapat meletus dan mengancam jiwa maupun harta maka Direktorat Vulkanologi telah mendirikan pos Pengamatan Gunungapi Awu yang terletak di Apengsembaka. Kecuali itu disusun pula Peta Kawasan Rawan Bencana Gunungapi Gunung Awu, dipersiapkan untuk digunakan oleh masyarakat dalam usaha menyelamatkan diri dari bahaya letusan gunungapi. Dalam rangka mendukung…
Dalam rangka mendukung pembangunan nasional serta untuk terwujudnya agenda proritas Nawacita maka diperlukan percepatan pelaksanaan Kebijakan satu peta (KSP) pada tingkat ketelitian peta skala 1:50000. Program KSP ini bertujuan untuk terpenuhinya satu peta yang mengacu pada satu referensi geospasial, satu standar, satu basis data, dan satu geoportal. Terkait dengan hal itu, Pusat Vulkanologi da…
Berdasarkan sejarah letusan gunung Ruang yang tercatat sejak 1808, terjadi beberapa kali erupsi dengan interval erupsi berkisar 1-53 tahun. Karakteristik erupsi Gunung Ruang adalah erupsi eksplosif dengan pembentukan kubah lava dan menghasilkan aliran piroklastik. Puncak gunung Ruang terdiri dari sebuah kawah dengan kubah lava yang dihasilkan setelah letusan 1904 dan 1949. Erupsi eksplosif yang…
Pembentukan jalur gunungapi di Sulawesi Utara-Sangir berhubungan dengan zona subduksi Laut Maluku yang merupakan hasil tumbukan antara lempeng samudera maluku, Lempeng benua Halmahera, dan lempeng benua Sangir. Jalur gunungapi tersebut berarah selatan-timur laut akibat adanya ona subduksi di Sulawesi Utara ke arah barat-barat laut. Di bawah jalur Sulawesi Utara-Sangir, zona benioff dari lempeng…
Letusan gunungapi mempunyai dampak posisit maupun negatif terhadap kehidupan manusia sehingga sudah sejak lama penelitian kegunungapian dilakukan para ahli. Damapk negatif berupa hilangnya jiwa, kerugian harta benda, dan kerusakan lingkungan, menjadikan gunungapi sangat penting untuk dipelajari terutama bagaiman melakukan mitigas bencana letusan gunungapi. Penelitian mengenai mekanisme yang mem…
Gunungapi Soputan merupakan salah satu gunungapi aktif yang kegiatannya ditandai dengan terjadinya guguran-guguran pada kubah lavanya. Gunungapi tipe strato ini terletak di kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Dalam sejarah kegiatannya G. Soputan mulai meletus tahun 1785. Saat itu letusan berasal dari kawah Utama, kemudian berturut-turut terjadi dari tempat yang sama pada tahun 1786, 183…
Penyelidikan ini dimaksudkan untuk menghasilkan geologi gunung api, sebagai bahan dasar Vulkanologi untuk penyelidikan selanjutnya. Tujuan penyelidikan adalah pembentukan seperti gunungapi untuk mengetahui SIAU evolusi dilihat dari berbagai aspek geologi, stratigrafi gunung api, struktur geologi, dan lain-lainnya. Gunung Awu terletak di ujung barat laut P. Sangir Besar, ketinggian puncaknya kur…