Pengukuran ungkit kering dilakukan untuk menunjang penelitian kegiatan gunungapi sampai sejauh mana hasil yang diperoleh. Banyaknya stasiun di G.Gede yang diukur ada 6 (enam) lokasi ialah : St. Cibodas, St. G. Putri, St. Culamega, St. Goalpara, St. Perbawati dan St. Situgunung. Kemudian di G. Cireme sebanyak 6 (enam) stasiun juga, yaitu St. Palutungan, St. Linggarjati, St. Argalingga, St. Cibun…
G.Tangkubanperahu dan G.Gede adalah gunungapi aktif type A di Jawa Barat, yang dipantau terus menerus secara visual dan seismik dari masing - masing Pos pengamatan gunung tersebut. Pemantauan dengan metode "dry tilt" telah dilakukan sejak tahun 1981 di G.Tangkubanperahu dan sejak tahun 1991 di G.Gede. Periode pemantauan tidak menentu dan tergantung dari jumlah anggaran proyek yang tersedia sert…
Pengukuran deformasi dengan metoda ungkit kering (dry tilt) di Gunung Ciremai bertujuan untuk memperoleh data dasarnya saja, karena sebelumnya belum dilakukan pengukuran dengan metoda tersebut diatas.
G. Sumbing termasuk type B (Van Bemelen 1948) dengan kawahnya berbentuk tapal kuda kearah timur laut,tertutup sumbat lava, termasuk kabupaten Wonosobo dan Temanggung bagian barat laut gunung ini menjulang sama tinggi dengan G. Sundoro
G. Slamet adalah gunung berapi yang tertinggi di Jawa Tengah, sedang gunung berapi tertinggi di P. Jawa adalah Gunung Semeru. Lokasinya tepat pada perbatasan Kabupaten Purbalingga, Purwokerto dan Pemalang.
Pada tahun 1978 di sekitar kawah G. Papandayan telah dilakukan pengukuran oleh Sdr. Samud W., Ato Djuhara, dan Agus Karim namun pekerjaan ini tidak berlanjut dikarenakan beberapa hal. Sedangkan untuk membuat peta situasi yang memadai guna menunjang peta daerah bahaya yang dibuat oleh Sdr. P. Kasturian, Samud W., dan A Djadja Sumpena pada tahun 1985, peta situasi ini baru dapat menyajikan kira k…