G. Batur, Bali, terkenal yang dengan danaunya serta kaldera terbesar dan terindah di dunia (Van, Bemmelen 1979) masuk ke dalam Wilayah Daerah Tingkat II Bangli. Tinggi puncaknya 1717 m di atas muka laut atau 686 m di atas muka danau. Secara Geografis G. Batur terletak pada posisi 8°14′30" LS dan 111°22′30" BT.
Tujuan penyelidikan kimia gas dan air adalah untuk mengumpulkan data kimia gas dan air yang diharapkan melalui pengumpulan data secara periodik dapat membantu data - data dari metoda pengukuran lain terhadap gunungapi dalam membuat prakiraan tingkat kegiatan suatu gunungapi. Penyelidikan kimia gas dan air diharapkan dapat memberikan gambaran tentang komposisi kandungan gas dan air yang dilepask…
Tujuan Penyelidikan Kimia gas dan air adalah mengumpulkan data kimia gas dan air yang diharapkan melalui pengumpulan data secara periodik dapat membantu data - data dari disiplin ilmu dalam membuat prakiraan tingkat kegiatan suatu gunungapi.
Tujuan Penyelidikan Kimia gas dan air terhadap suatu gunungapi adalah mengumpulkan data kimia gas dan air yang diharapkan melalui pengumpulan data secara periodik dapat membantu data - data dari disiplin ilmu lain dalam membuat prakiraan tingkat kegiatan suatu gunungapi.
Buku bertajuk Pantulan Ragam Bumi ini berisi 104 foto kebumian dari 13 pemotret yang merekam berbagai fenomena geologi di darat maupun perairan Indonesia. Di dalamnya terkandung bentang alam, batuan, mineral, fosil, struktur, proses, juga terekam waktu geologi. Di dalam deretan foto ini juga tersaji hasil interaksi manusia dengan fenomena geologi, terutama batuan. Melalui foto ini dihadirkan ke…
Bromo dan Batok yang terlahir dalam lingkaran Kaldera Tengger pantas disebut sebagai ikon keindahan alam Pulau Jawa. Dinginnya suhu dan terjaga pagi menyusuri lautan pasir dan mendaki tempat tinggi di atas dinding kaldera adalah bagian dari keunikan wisata di dataran tinggi ini. Para penyuka wisata itu dapat memilih titik pandang untuk mengabadikan Bromo dan Batok serta hadirnya Gunung Semeru y…
Geomorphology and description in Dieng Plateau Highland, Jawa Tengah, Indonesia.
Paleontologi vertebrata kurang diminati oleh ahli geologi Indonesia. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Fachroel Aziz. Sejak 1976 sampai sekarang, berkat ketekunannya mempelajari fosil vertebrata dan hominid, ia bisa melakukan perjalanan ilmiah keliling dunia. Ia telah menyambangi lebih dari 50 negara berkat keahliannya.