Pekerjaan perbaikan peralatan survey Geomagnit dilapangan ini dilaksanakan bulan Juni 1986 berdasarkan surat perintah perjalanan dinas SFFD No. 425/2/1986 adalah merupakan kelanjutan dan penyempumaan pekerjaan terakhir sebelumya yang disana sini masih terdapat kekurangan disebabkan keterbatasan waktu pelaksanaan pekerjaan dan biaya.
Sehubungan dengan program kerja Seksi Vulkano Fisika, Sub Direktorat Analisa Gunungapi, Direktorat Vulkanologi pada Pelita IV tahun-III 1986-1987, pada tanggal 30 April 1986 selama 11 hari regu Potensial Diri, Tim Vulkano Fisika, berangkat ke Yogyakarta ( G. Merapi) untuk melakukan pengukuran Potensial Diri pada jalur Gendol - Woro. Tujuan penyelidikan ini untuk memonitor aktifitas Potensial D…
Pada bulan April - Mei 1985, dilakukan lagi pengukuran potensial diri jalur Gendol - Woro, setelah mengalami masa istirahat sejak Oktober 1984.
Kegiatan penyelidikan S.P di Guntur, merupakan lanjutan penyelidikan terdahulu, yaitu penyelidikan S.P di Puncak Kancah nangkub yang merupakan sebagian dari puncak Komplek G.Guntur. Adapun puncak Kancah nangkub di dalam Komplek G.Guntur disebut G.Parukuyan.
Dalam rangka pemanfaatan sumber enersi yang ada di daerah Jawa Timur, telah di lakukan penyelidikan dalam rangka pengembangan selanjutnya, khususnya pendayagunaan sumber tenaga panasbuminya.
Sebagai upaya mendukung kebijakan diversifikasi energi Departemen Pertambangan dan Energi, P.P.T.I.M membangun tungku percontohan pembakaran bata genteng berbahan bakar batubara di Desa Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Hasil uji menunjukkan angka konsumsi batubara sebesar 0,23 per bata matang dengan waktu pembakaran 60 jam dan tingkat keberhasilan p…
Gunung Tangkuban parahu yang berada di daerah Jawa-Barat, yaitu di Kacamatan Lembang Kabupaten Subang terletak pada posisi geografis 6 derajat 45 Lintang Selatan dan 107 derajat36' Bujur Timur Mempunyai ketinggian 2084m di atas permukaan laut atau 1300m di atas dataran Bandung.
Tim Inventarisasi Potensi Wisata mencari celah lain yang ada di daerah kawasan G. Ijen, yang sekiranya dapat dikembangkan dimasa mendatang selain sumberdaya mineral, hal ini dirasakan sangat perlu sekali menginngat daerah ini sering dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Pembuatan dokumentasi G, Raung dapat diartikan sebagai upaya untuk melengkapi data lapangan selengkap - lengkapnya baik data yang berada di daerah bahaya maupun waspada yang meliputi seluruh keadaan geologi G. Raung.
Penyuluhan ini dilakukan agar penduduk yang bermukim dan bermata pencaharian di sekitar G. Galunggung dapat memilih tempat bermukim di daerah yang relatif aman dan menghindari daerah rawan bahaya sesuai dengan hasil Peta Daerah Bahaya yang sudah publish.