G. Gamalama (1715 m dpl) adalah salah satu gunungapi paling aktif di Maluku Utara. Gunungapi ini dikenal juga sebagai Piek van Ternate (puncak Temate), merupakan pulau gunungapi (tipe strato) yang hampir berbentuk lingkaran, Jan-jan pulau ini 5,8 km dengan luas lebih kurang 105 km². Secara geografis terletak di P. Temate, di sebelah barat P. Halmahera dengan posisi 0° 48° Lintang Utara, 127 …
Dalam laporan kerja lapangan ini, Tim Pengadaan Bahan Informasi Gunungapi melakukan pengumpulan data Gunung Kerinci, terutama melakukan pengamatan dan pendataan pemukiman serta kependudukan yang tinggal di wilayah daerah bahaya (Kawasan Rawan Bencana II) dan yang tinggal di dalam daerah waspada (Kawasan Rawan Bencana I) Gunung Kerinci. Posisi Geografi Gunung Kerinci terletak pada 1º 41,5' L…
Laporan Kerja Lapangan yang dilakukan Tim ini menitik beratkan pada Dokumentasi, terutama di dalam Daerah Bahaya (Kawasan Rawan Bencana II) dan di dalam Daerah Waspada (Kawasan Rawan Bencana I) G. Kerinci. Letak, Bentuk dan Struktur G. Kerinci, berada di Propinsi Jambi, Kabupaten Kerinci dan sebagian di Propinsi Sumatera Barat, Kabupaten Solok. dengan Posisi Geografinya terletak pada 1° 41,5' …
Gunungapi Anak Krakatau merupakan gunungapi aktif yang mempunyai intensitas pertumbuhan cukup tinggi. Gunungapi ini terletak di tengah Selat Sunda (Gambar 1) dan terletak di dalam satu garis daerah lemah antara P. Panaitan, Krakatau, Sebesi, dan G. Rajabasa. Pulau-pulau ini terbentuk akibat kegiatan vulkanik.
S. Bronto dkk (1990), melakukan pemetaan Daerah Bahaya G.Krakatau untuk menyusun Peta Daerah Bahaya Tsunami. Memang, antara letusan besar yang satu ke letusan besar berikutnya dari suatu gunungapi biasanya berjarak waktu sangat panjang (ratusan sampai ribuan tahun). Namun demikian karena G.Krakatau saat ini sudah lebih dari 100 tahun sejak letusan dahsyatnya pada tahun 1883, dan G.Anak Krakata…
Pada tahap pertama kegiatan pendataan kependudukan hanya dapat dilakukan terbatas, pada bahaya langsung di dalam daerah sebaran awan panas letusan dan awan panas guguran, terutama di wilayah Kecamatan Srumbung.
Pengamatan lapangan dilaksanakan dari awal Agustus sampai pertengahan September 1984, menggunakan sistim jaringan tripartit. Peralatan yang digunakan adalah seperangkat seismograp elektromagnetik tiga komponen. Sedang transdusernya adalah ''Short Period Seismometer" komponen tegak dengan "Natural Period" 1 cycle per detik.
Pengamatan lapangan berlangsung selama satu bulan, yaitu sejak akhir Januari sampai pertengahan Februari 1985. Cara pengamatan gempa yang diterapkan disini adalah jaringan tripartit. Sedang peralatan yang digunakan adalah seperangkat seismograp elektromagnetik tiga komponen.
Pemasangan Seismograf MEQ-800 dengan sistim telemetri di Pos Pengamatan G. Sundoro, dilakukan dengan tujuan meningkan sarana peralatan seismograf yang telah ada. Disamping untuk mengganti seismograf yang lama karena sering trjadi kerusakan pada sistim kabel lapangan.
Dari hasil pemeriksaan terhadap kelancaran pesawat seismograf, seismograf setiap tahunnya selalu mengalami kerusakan, yang umumnya terjadi pada Sub sistem pancar, terutama mengingat lokasi sub sistem pancar terdapat jauh dari Pos Pengamatan atau lokasi yang sinar mataharinya menyinari solar panel waktunya sebentar, sehingga battery yang digunakan tegangannya turun, hal ini mempercepat sel - sel…