Pengumpulan data dan informasi G. Raung dilapangan dititikberatkan kepada pendataan kependudukan di daerah bahaya (KRB) untuk menghadapi letusan yang akan datang.
Pengumpulan data dan informasi di lapangan terutama pendataan kependudukan di daerah bahaya (Kawasan Rawan Bencana II) dan di daerah waspada (Kawasan Rawan Bencana I) atau wilayah sekitar G. Slamet yang termasuk kedalam radius 8-10 km dari puncak G. Slamet.
Pekerjaan lapangan ini dititik beratkan pada pengumpulan data perkembangan kependudukan yang terletak di dalam daerah bahaya akibat G. Guntur, serta penentuan tempat untuk menyelamatkan diri dan jalur yang harus ditempuh.
Penyuluhan bahaya G.Guntur di Kabupaten Garut, dilaksanakan pada tanggal 12 September 1994 bertempat di Pendopo Pembantu Wilayah II Tarogong, Kabupaten Daerah Tingkat II Garut, Provinsi Jawa Barat.
Sebagai salahsatu tugas Direktorat Vulkanologi memberikan informasi mengenai gunungapi kepada masyarakat di sekitar gunungapi, diantaranya G. Sumbing yang mencakup wilayah Kabupaten Magelang, Temanggung, dan Wonosobo, Jawa Tengah letaknya lebih kurang 160 km sebelah barat laut kota Yogyakarta.
Pendataan pengamatan dan kependudukan di dalam daerah bahaya dan waspada di komplek G.Dieng dan sekitarnya dilakukan dengan cara meneliti dan menginventarisasi dilapangan secara langsung. Pelaksanaan pekerjaan lapangan ini dilakukan oleh tujuh orang petugas Seksi Penyuluhan Gunungapi Direktorat Vulkanologi dengan biaya dibebankan kepada Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan Gunungapi tahun …
Hasil pendataan penduduk pada Mei 1992 mencatat bahwa, jumlah penduduk yang terancam bahaya G.Dieng sebanyak 55.167 jiwa. Berdasarkan pada hal - hal tersebut di atas tim penyuluhan gunungapi dikirim ke daerah bahaya G.Dieng untuk memberikan informasi dan mengingatkan kembali bahaya yang telah dan mungkin terjadi, baik bahaya letusan maupun gas racun.
Tulisan ini merupakan laporan kerja lapangan pengadaan bahan - bahan penyuluhan, terutama melakukan kegiatan pendataan kependudukan yang di dalam daerah bahaya dan daerah waspada Gunung Api Slamet.
G. Ebulobo terletak di P. Flores pada posisi geografis 48.5" LS dan 121° 11' BT, ketinggian 2149 m di atas permukaan laut atau 1610,8 m di atas dataran Boa Wae (Atlas Trop. Nederl. 1938, Lembar 27). Gunungapi ini mempunyai 8 buah titik letusan dn 3 buah sumbat lava sebagai ciri dari sisa keaktifan masa lampaunya. Pencapaian puncak dapat dilakukan dengan mendaki dari pung Nanga, Mulokoli dan me…