Kegiatan pengumpulan data ditujukan untuk mengetahui/mengikuti perkembangan akhir kegiatan G. Colo dan perkembangan pemukiman setelah 13 tahun pulau itu kosong penduduk akibat letusan pada tahun 1989. Data yang terkumpul itu merupakan dasar untuk mempertimbangkan upaya penyelamatan penduduk dan harta bendanya melalui suatu mekanisme pengungsian yang relatif aman, mudah dan benar. Gugus gunungap…
Kegiatan pengumpulan data ditujukan untuk mengetahui/mengikuti perkembangan akhir kegiatan G. Colo dan perkembangan pemukiman setelah 13 tahun pulau itu kosong penduduk akibat letusan pada tahun 1989. Data yang terkumpul itu merupakan dasar untuk mempertimbangkan upaya penyelamatan penduduk dan harta bendanya melalui suatu mekanisme pengungsian yang relatif aman, mudah dan benar.
G. Tangkoko yang bertipe strato sewaktu-waktu dapat menimbulkan bencana gunungapi akibat letusannya. Dalam usaha penanggulangan bahaya, terutama mengenai kehidupan manusia yang bermukim di sekitar gunungapi tersebut, diperlukan data jumlah penduduk, perkembangan bangunan-bangunan ataupun pemotretan bangunan-bangunan penting yang berada di dalam wilayah Daerah Bahaya dan Daerah Waspadanya. Semua…
Mengacu pada keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Pada Pasal 486 butir (1), Seksi Bimbingan mempunyai tugas: menyiapkan bahan penyusunan, pengawasan dan evaluasi bimbingan teknis pameran dan publikasi; penyuluhan mitigasi bencana bagi penduduk yang bermukim di kawasan rawan bencana gunu…
Sebagaimana diketahui, bahwa G. Sorik Marapi yang terletak di Propinsi Sumatera Utara, termasuk salah satu gunungapi paling aktif bertipe A, dimana dapat dikenali dari sejarah letusannya yang pernah terjadi sejak th. 1830 dan terakhir letusan pada th. 1986. Bahaya korban tidak begitu banyak tercatat, namun demikian adapula catatan korban secara tidak langsung dalam kejadian pada th 1915, yaitu…
Ancaman bencana alam geologi sering terjadi di daerah-daerah di kepulauan Indonesia pada umumnya. Khususnya di P. Sumatera ini sering terjadi di sepanjang pegunungan Bukit Barisan, baik berupa tanah longsor yang sering diikuti dengan banjir bandang, gempa bumi maupun letusan Gunungapi.
G. Marapi terletak si Provinsi Sumatera Barat, meliput Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. Posisi geografis 0 derajat 22'47,72" Lintang Selatan dan 100 derajat 28'16,71" Bujur Timur, dengan ketinggian 2891,3 meter di atas muka laut.
Dalam usaha penanggulangan bahaya, terutama mengenai kehidupan manusia yang bermukim di sekitar gunungapi tersebut, diperlukan data jumlah penduduk, perkembangan bangunan - bangunan pemukiman ataupun bangunan - bangunan penting lainnya yang berada di Daerah Bahaya dan Waspda gunungapi G. Arjuno Welirang.
Sebuah gunungapi dapat dikembangkan sebagai salah satu objek wisata, diantaranya seperti Gunungapi Dieng, terletak di Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara yang mempunyai potensi wisata yang cukup baik.
Kegiatan inventarisasi bahan galian di Komplek Gunungapi Ijen, Kab. DT. II Banyuwangi dan DT II Bondowoso, Jawa Timur dilakukan untuk mengetahui material yang dihasilkan oleh letusan selama sejarah pembentukan Komplek Gunungapi Ijen yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan atau bahan galian golongan C.