Berdasarkan sejarah letusan, aktifitas vulkanik (purna kaldera) G. Rinjani terjadi di dalam kaldera dengan menghasilkan G.Barujari dan G.Rombongan. Pereoda istirahat letusan antara 3 - 29 tahun. Produk erupsi G.Barujari dan Rombongan adalah endapan leleran lava dan jatuhan piroklastik, hal ini menunjukkan bahwa sifat erupsinya adalah esplosif dan efusif.
Direktorat Vulkanologi telah membangun dan mengoperasikan Pos Pengamatan G. Tambora yang terletak di Doropeti, Kec. Kempo, Kab. Dompu, NTB. Metoda pemantauan yang dipakai selama ini adalah cara visual dan gempa. Kemudian, dalam upaya memperlancar pengamatan gempa maka pada akhir Juli 1995 personel dari Seksi Bali & Nusatenggara bertugas untuk mengganti seismograf Hosaka dengan model PS-2.
Memperhatikan sifat erupsi masa lampau dan makin padatnya penduduk yang bermukim di sekitar puncak G.Ileboleng, hal ini akan menambah tingkat bahaya eupsi G.Ileboleng. Untuk mengantisipasi mitigasi akibat erupsi yang akan datang, sangat diperlukan suatu usaha mengevaluasi aktifitas vulkaniknya. Untuk keperluan pekerjaan tersebut diperlukan pengumpulan data - data masa lampau dan kondisi sekaran…
Untuk memantau kegiatan G. Batur telah dibangun sebuah Pos Pengamatan yang terletak di Desa Panelokan, Kecamatan Kintamani, lokasi Pos lk. 3 km dari puncak G.Batur, di dinding Selatan Kaldera Batur. Pengamatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kawah, pengukuran suhu, dan pengamatan gempa disamping pengamatan visual. Pelaksanaan kerja kegiatan pokok pengamatan meliputi pengumpulan data, pengol…
Dalam usaha memantau kegiatan G.Lewotobi dan upaya penanggulangan bahaya akibat kegiatannya, maka pada tahun anggaran 1986/1987 telah dibangun sebuah Pos Pengamatan di Kp. Bawalatang, Desa Nawakote, Kecamatan Wulanggitang, sebelah barat puncak G.Lewotobi Laki - laki maupun Perempuan. Kegiatan pokok dalam pemantauan kegiatan gunungapi meliputi pengumpulan data, pengolahan data, interpretasi untu…
G.Lewotobi Laki - laki dan Perempuan adalah gunungapi aktif di Flores, secara administratif terletak di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flors Timur, NTT. Dalam usaha memantau kegiatan G.Lewotobi dan upaya penanggulangan bahaya akibat kegiatannya, maka pada tahun anggaran 1986/1987 telah dibangun sebuah Pos Pengamatan di Kp. Bawalatang, Desa Nawakote, Kecamatan Wulanggitang, sebelah barat punc…
Pos Pengamatan G.Rinjani dibangun pada tahun Anggaran 1993 - 1994, berfungsi sebagai Pos Pengamatan sejak Tgl. 27 Mei 1994, dengan dilengkapi 1 (satu) komponen seismograf PS-2 bersistem kabel. Lokasi Pos Pengamatan termasuk wilayah Desa Sembalun Lawang, Kec. Aikmel, Kab. Lombok Timur.
G. Batur terletak dibagian dalam Kaldera Batur, di dalam Kaldera juga terdapat sebuah danau yang terletak disebelah Timur-Tenggara dari puncak G.Batur. Tinnggi puncak G.Batur 1717 m di atas muka laut. Untuk memantau kegiatan G. Batur saat sekarang maupun yang akan datang, telah dibangun sebuah Pos Pengamatan yang dilengkapi dengan satu unit seismograf, yang dioperasikan oleh 2 orang petugas.
Setelah kejadian gempabumi terasa Mauemere 12 Desember 1992, seismograf di Pos PGA Rokatenda dan di Pos - Pos Pengamatan Gunungapi lainnya di Kabupaten Flores Timur, seperti di Kelimutu, Leroboleng. Lewotobi dan Iya mengalami kerusakan. Dampak gempa bumi Maumere 12 Desember 1992, terhadap kegiatan gunungapi di Flores Timur khususnya G.Rokatenda tidak teramati, tetapi dari data gempabumi lokal a…
G. Lewotobi Laki-laki adalah salah satu gunungapi aktif di Indonesia yang terletak di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. Secara geografis terletak pada posisi 8 32 Lintang Selatan dan 122 46,5 Bujur Timur ( 1929 ) dalam Data Dasar Gunungapi Kemmerling, Indonesia oleh m K. di Kusumadinata (1979). Gunungapi ini berbentuk kerucut dengan kawahnya terbuka ke arah Utara. Tinggi puncaknya…