The area of apeproxsimation 50 km2 in paga and nita sub districts ,sikka districts,east nusa tenggara ,indonesia has been chosen for follow-up mineral exsploration withhin kordinates as follows longitude between 122 1'27.3"-122 3'36.89" and latitude between-8 35'54.078"- -8 40'32.92".
Kebutuhan akan logam mulia dan logam dasar selalu menunjukan kecendrungan meningkat atau paling tidak tetap stabil. Salah satu indikasi adalah meningkatnya kegiatan perusahaan pertambangan yang melakukan eksplorasi logam mulia dan ikutannya (logam dasar) diindonesia.
Konsentrasi unsur logam termasuk LTJ untuk membentuk endapan ekonomis yang dapat dijadikan komoditas tambang dalam proses pembentukannya selain dipengaruhi faktor fisika dan kimia juga nilai kandungan unsur itu di dalam kerak bumi, karena semua proses pembentukan tersebut berlangsung dalam kerak bumi. Proses yang berlangsung baik dalam media larutan magmatis maupun fluida sisa magmatis (hidrot…
Dengan berkembangnya peradaban dan teknologi yang pesat, kebutuhan akan mineral semakin meningkat dan beragam. Tren terbaru dalam pengembangan energi dan industri yang ramah lingkungan adalah menggunakan mineral sebagai bahan baku sumber energi (baterai listrik), konversi energi (solar cell, wind turbin, dll.), industri pertahanan, kendaraan listrik, Industri elektronika lainnya (indust…
Gunung Ambang merupakan salah satu gunung api yang terletak dalam jalur gunung api aktif di Minahasa yang terbentuk pada struktur terban tektonik Minahasa di ujung utara lengan Pulau Sulawesi. Jalur gunung api aktif tersebut juga lanjutan dari untaiannya di Pulau Sumatera, Jawa, Kepulauan Nusa Tenggara, Busur Banda dan berlanjut hingga kelompok gunung api aktif di Ternate - Halmahera, Kepulauan…
Untuk mengamati aktifitas G. Agung dilakukan dari 3 lokasi Pos Pengamatan, yaitu Pos Rendang terletak disebelah barat daya dari puncak, Batulompeh terletak disebelah utara dari puncak dan Budakeling terletak disebelah tenggara dari puncak. Pengamatan yang dilakukan adalah pengamatan visual, pemeriksaan kawah, dan pengamatan gempabumi.
Pengamatan aktifitas G. Sirung dilakukan secara menerus sejak tahun 1994, setelah dibangunnya Pos Pengamatan. Pengamatan yang dilakukan meliputi pengamatan visual, pemeriksaan kawah, pengukuran suhu, dan pengamatan gempa bumi. Pengamatan sehari - hari dilakukan oleh petugas setempat yang hanya terdiri 1 orang.
Pemeriksaan kawah dan pengukuran suhu G.iliwerung dilakukan pada tanggal 23 Oktober 1995. Pendakian ke G.Iliwerung memerlukan waktu lk. 2 jam dari Kp. Lerek. Di Puncak G. Iliwerung terdapat rekahan - rekahan yang melingkari kawah. Kawahnya tampak kering dan terdapat longsoran - longsoran dari dinding kawah. Di dalam kawah hanya tampak satu tembusan solfatara yaitu di dinding sebelah barat. Ting…
Direktorat Vulkanologi telah membangun dan mengoperasikan Pos Pengamatan G. Tambora yang terletak di Doropeti, Kec. Kempo, Kab. Dompu, NTB. Metoda pemantauan yang dipakai selama ini adalah cara visual dan gempa. Kemudian, dalam upaya memperlancar pengamatan gempa maka pada akhir Juli 1995 personel dari Seksi Bali & Nusatenggara bertugas untuk mengganti seismograf Hosaka dengan model PS-2.
Untuk melihat kegiatan G. Sirung dari dekat, maka pada tgl 28 Oktober telah dilakukan pendakian ke Kawah G.Sirung. Perjalanan dilakukan dengan route Kp. Kaka-Kawah yang memerlkan waktu lk. 2 jam. Kemudian, dari hasil pengamatan gempa sejak September 1994, jumlah vulkanik di G. Sirung paling banyak 3 kejadian per bulan. Sedangkan gempa tektonik terekam seismograf paling banyak 5 kejadian per bul…