Sinyal pertama yang tiba dari gelombang gempa adalah gelombang P yang diikuti oleh penjalaran gelombang P yang lain sepanjang lintasan yang berbeda. Setelah adanya gelombang P, diikuti oleh gelombang kedua yaitu Gelombang S dengan penyebaran amplitude gelombang permukaan yang tinggi. Osilasi amplitude ini dapat meningkat lebih dari dua orde magnitude melewati beberapa detik dari waktu tiba gelo…
Gunungapi Guntur merupakan gunungapi strato yang masih aktif. Secara administratif terletak sebagian besar di wilayah kabupaten Garut, Jawa Barat. Bahan galian gunungapi di komplek G. Guntur umumnya berupa bahan galian golongan C seperti sirtu (pasir dan batu), batuan beku (andesit dan basal), pasir sungai dan bangunan (rumah, jalan, jembatan), bahan pembuatan batu bata, genteng, dan lain-lain.
Bromo Volcano in East Java, Indonesia erupted on June 8, 2004. Monitoring of activitty of the volcano has been continuously done since early 1989 by using seismic observation. Four GPS observations for detection of ground deformation have also ben conducted after an eruption in December 2000. Base on Epoch-by-Epoch Technique.
G. Ciremai merupakan gunungapi aktif tipe Strato dengan ketinggian 3078 m dpl atau 2578 m diatas dataran Kuningan. Letusan G. Ciremai tercatat sejak 1698 dan terakhir kali terjadi pada tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga letusan 1772, 1775 dan 1805 terjadi di kawah pusat tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang berarti.
lndustri pertambangan mineral dan batubara memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Perkembangan dalam kegiatan pertambangan mineral dan batubara menimbulkan beragam penggunaan istilah baru yang terkait baik dalam bahasa Indonesia, bahasa asing maupun bahasa setempat. Oleh karena itu diperlukan pemahaman yang seragam mengenai istilah pertambangan. Glossary Pertambangan disusun …
G. Galunggung merupakan gunungapi aktif tipe Strato dengan ketinggian 2168 m dpl atau 1820 m diatas dataran Tasikmalaya. Letusan G. Galunggung yang tercatat dalam sejarah, terjadi sebanyak 4 kali, yaitu pada Tahun : 1822, 1894, 1918 dan 1982 - 1983. Periode letusan G. Galunggung lebih dari 60 tahun dan selama aktifitasnya terjadi beberapa jam hingga beberapa bulan.