G. Ambang di Sulawesi Utara (Gb.1) merupakan salah satu gunung api aktif di Minahasa yang terletak pada lembah terban tektonik Limboto (Akbar, 1992). Ketinggian puncaknya mencapai 1795 m. Menurut Van Padang (1951) tubuh G. Ambang terbentuk oleh erupsi lava dan diketahui erupsi magmatik pertama telah berlangsung 240.000 tahun yang lalu dan yang kedua 35000 tahun yang lalu. Adapun kegiatan saat i…
Kabupaten DT. II Bima Propinsi Nusatenggara Barat, mempunyai gunungapi aktif yaitu G. Sangeangapi, Gunungapi tersebut tipe strato yang terletak di Kecamatan Wera, sebelah Timur Timurlaut P. Sumbawa. Kawahnya terbuka ke arah Utara dan Selatan dan timbul tiga buah kerucut utama yaitu Doro Ondo, Doro Api dan Doro Montoi. Tinggi di atas dasar laut 3950 m. Pada posisi geografi 8° 11′ LS dan 119°…
G. Tangkoko yang bertipe strato sewaktu-waktu dapat menimbulkan bencana gunungapi akibat letusannya. Dalam usaha penanggulangan bahaya, terutama mengenai kehidupan manusia yang bermukim di sekitar gunungapi tersebut, diperlukan data jumlah penduduk, perkembangan bangunan-bangunan ataupun pemotretan bangunan-bangunan penting yang berada di dalam wilayah Daerah Bahaya dan Daerah Waspadanya. Semua…
G. Lewotobi Laki-laki meletus terakhir pada 17 Pebruari dan 2 April 1990. Kegiatan sebelum letusan, secara visual tidak tampak gejala peningkatan kegiatan. Kecuali pada pada 28 yang sampai dengan 30 Januari 1990 teramati hembusan asap, dapat dianggap sebagai gejala awal sebelum letusan. Sebelumnya tidak pernah tampak kepulan asap dari kawahnya.
G. Agung adalah gunungapi aktif yang tertinggi di P. atas muka laut 3142 m di tinggi Bali, 1963, sebelum letusan 3014 M setelah letusan 1963. Letusannya yang diketahui dalam sejarah kegiatannya terjadi pada tahun 1808, 1843 dan 1963. Gejala yang mendahului letusaannya adalah gempa bumi terasa.
Dalam usaha menyadarkan penduduk mengenai bencana, khususnya mereka yang bermukim disekitar G. Lokon dan G. Mahawu Kabupaten Minahasa- Sulawesi Utara, perlu dilakukan penyuluhan mengenai bencana yang mungkin ditimbulkan oleh letusan gunung api di Wilayah tersebut, selain itu di informasikan pula manfaatnya. Penyuluhan yang diberikan kali ini, bukanlah yang pertama, mungkin penyuluhan yang ke se…
G. Rinjani termasuk gunungapi aktip bertipe A, yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan bencana gunungapi akibat letusannya. Kerangka usaha penanggulangan bahaya, terutama yang menyangkut kehidupan umat manusia sekitarnya, sangat diperlukan data tentang jumlah penduduk yang tinggal di sekitar areal daerah bahaya yang telah dipetakan sebelumnya. Untuk itu, Proyek Pengamatan/Pengawasan dan Pemetaan G…
Dalam laporan kerja lapangan ini masih menitik beratkan tentang pengadaan bahan-bahan informasi untuk penyuluhan Vulkanologi/Gunung api, terutama melakukan kegiatan pengamatan dan pendataan kependudukan yang terletak di dalam daerah bahaya (Kawasan Rawan Bencana II) dan daerah waspada (Kawasan Rawan Bencana I) G. Ambang. Posisi Geografi Gunung api tipe A ini, terletak pada 0° 44' 30" LU dan 1…
Pada Juni-Juli 1990, berdasarkan Sppd No. 389,390/0441/3402/1990 Sdr. Ato Djuhara dan Phillips Kasturian ditugaskan ke G. Kelimutu Flores Tengah Kabupaten Endeh Kecamatan Wolowaru, untuk melakukan pemetaan kembali daerah bahaya G. Kelimutu, selama 40 hari (termasuk perjalanan). G. Kelimutu memiliki 3 buah kawah yaitu Kawah I (Tiwu Ata Mbupu) Kawah II (Tiwu Musi Kooh Fai) dan Kawah III ( Tiwu At…
Daerah yang dipetakan terletak di Pulau Lombok utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Daerah ini telah diselıdıkı secara regional, disamping ada juga secara khusus, tergantung keperluannya. Dengan demikian untuk mengetahui sejarah geologi komplek tersebut secara lebih rinci, diperlukan pemisahan-pemisahan batuan dan penyelidikan struktur geologi lebih teliti, dengan akan dapat dipelajari sejar…