Batubara merupakan salah satu hasil tambang yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, apalagi dalam situasi laju pertumbuhan pembangunan yang semakin meningkat dewasa ini.
Maksud dari penyelidikan batubara didaerah ini adalah untuk mengetahui kondisi batubara di daerah penyelidikan. Kondisi batubara bisa dijabarkan dalam bentuk jurus dan kemiringan lapisan batubara dab batuan lainnya, ketebalan dan kemerusan lapisan ke arah samping, struktur geologi yang terjadi di daerah penyelidikan dan kualitas batubaranya.
Pemunculan airpanas di Wai Naong dan bagian tenggara (Wodong dan Rapet) di daerah Benteng jawa, merupakan indikasi permukaan dari gejala gejala panasbumi sebagai lapangan Wai Pesi, di sebelah utara Pegunungan Ruteng.
Penyelidikan Geokimia panas bumi daerah Wai Pesi, terletak di desa Ladur, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Metoda penyelidikan meliputi pengambilan conto conto air dingin, air panas, soil dan udara soil pada kedalaman saru meter dan metoda analisis di Laboratorium Kimia.
Pada masa anggaran PELITA ke VI tahun 1996-1997 tanggal 10 juni 1996 telah diberangkatkan ke daerah panasbumi Maronge, Kecamatan Plampang,kabupaten sumbawa, provinsi Nusa Tenggara Barat.
Daerah penyelidikan geolistrik ini terletak di P. Flores sebelah barat. Lapangan panasbumi Waisano ini secara administratif termasuk kedalam wilayah Kecamatan Pembantu Komodo, Kabupaten Manggarai-Nusa Tenggara Timur
Lokasi penyelidikan geokimia Panasbumi Daerah Buyan-Bratan terletak sekitar 60km dari Denpasar, ibukota Propinsi Bali, dan 40km dari arah Singaraja Kabupaten Buleleng
Sesuai dengan peraturan mentri energi dan sumber daya mineral no.18 tahun 2010 tanggal 22 november 2010. Pusat sumber daya geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian, penyelidikan dan pelayanan di bidang sumber daya geologi (pasal 607).