Sesuai klasifikasi gunungapi di Indonesia, Gunungapi G. Sinabung sebelum tahun 2010 termasuk ke dalam klasifikasi gunungapi tipe B, karena tidak terdapat catatan mengalami erupsi sejak tahun 1600, dan mempunyai aktivitas berupa manifestasi vulkanik seperti lapangan solfatara dan fumarola di puncak gunung. PAda tanggal 27 Agustus 2010 terjadi letusan freatik yang menandakan awal dari perubahan a…
Gunungapi Sinabung berbentu strato, secara adminisratif terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara dengan ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut. Pasca penurunan aktivitas vulkanik G. SInabung dari Siaga menjadi Waspada pada tanggal 29 September 2013, aktivitas vulkanik cenderung menurun namun dengan fluktuasi. Tanggal 1-2 November 2013 aktivitas G. Sinabung terus meningkat sehi…
Gunungapi Sinabung secara adminisratif terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara dengan ketinggian 2460 meter di ats permukaan laut. Gunungapi Sinabung merupakan gunungapi tipe strato dan dalam klasifikasi gunungapi aktif di Indonesia dikelompokan sebagai gunungapi tipe B yang artinya sebelum tahun 1600 minimal satu kali kejadian erupsi dan aktivitas vulkaniknya dicirikan oleh manifes…
Gunungapi Sinabung secara adminisratif terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara dengan ketinggian 2460 meter di atas permukaan laut. Meski G. Sinabung memiliki 4 buah kawah utama di bagian puncak dan termasuk gunungapi strato volcano (gunungapi berlapis, berselang seling antara leleran lava dan piroklastik pada tiap-tiap periode letusannya) dan sebelum 29 Agustus 2010, G. Sinabung ma…
Gunungapi Bur Ni Telong atau nama lain G. Tutong memiliki ketinggian 2624 m dpl. Secaraa adminisratif terletak di Kabupaten Aceh Tenagj, Naggroe Aceh Darussalam. Untuk memantau kegiatan G. Bur Ni Telong secara menerus, maka sejak 24 Juli 1991 telah dioperasikan sesimograf PS-2 dengan sistem gelombang radio (RTS) buatan Kinemetric, Amerika. Seismomter di tempatkan di lereng selatan-tenggara G. B…
Gunungapi Anak Krakatau merupakan salah satu gunungapi aktif yang berada di Selat Sunda, muncul diantara P. Panjang, P. Sertung dan P. Rakata (kompleks G. Krakatau). Sejak pemunculannya tanggal 11 Juni 1927 hingga 2011, Gunung Anak Krakatau telah mengalami erupsi lebih dari 100 kali baik bersifat eksplosif maupun efusif. Dengan waktu istirahat berkisar antara 1-6 tahun. Aktivitas Gunung Anak Kr…
Kebijakan Pemerintah dalam pelaksaan Otonomi Daerah akan berimplikasi terhadap upaya-upaya Pemerintah Daerah setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya. Khusus daerah yang berada di kawasa gunungapi, pemanfaatan lahan dan sumberdaya gunungapi lainnya akan menjadi alternatif dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah, maka dari itu sesuai dengan amanat…
Kebijakan Pemerintah dalam pelaksanaan Otonomi Daerah akan berimplikasi terhadap upaya-upaya Pemerintah Daerah setempat untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang dimilikinya. Khusus daerah yang berada di kawasan gunungapi, pemanfaatan lahan dan sumberdaya gunungapi lainnya akan menjadi salah satu alternatif dalam upaya pendapatan asli daerah, makan dari itu sesuai dengan ama…
Kebijakan otonomi daerah memberikan kewenangan seluas-luasnya kepada daerah untuk mengembangkan daerahnya. Penaataan wilayah harus mempertimbangkan sumber daya dan potensi bencananya. Oleh karena itu diperlukan upaya pengurangan risiko bencana. Analasis risiko bencana gunungapi dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko suatu objek bencana di dalam kawasan rawan bencana gunungapi. Peta risiko be…
Marapi yang berada di Provinsi Sumatera Barat merupakan gunungapi aktif dengan tingkat perkembangan populasi manusia dan ekonomi yang tinggi dapat meningkatkan tingkat kerawaan bencana dan kerentanan di kawasan tersebut. KArakter letusan G. MArapi berupa letusan secara eksplosif maupun efusif dengan masa istirahat rata-rata 4 tahun. Kegiatannya tidak selalu terjadi pada kawah yang sama, tetapi …