Peningkatan kegiatan vulkanik G.Kelut (+1731 m) diawali oleh anomali jumlah gempa vulkanik sejak medio November 1989. Suhu air danau kawahnya naik secara lamban bersama waktu.
Untuk menanggulangi bahaya primer sangat sulit, maka usaha penanggulangan yang dilaksanakan secara fisik adalah untuk menanggulangi bahaya sekunder. Prinsip penanggulangan bahaya sekunder dilaksanakan dengan menahan bagian besar material yang turun dengan pembuatan bangunan kendali banjir berupa Bendung Penahan Sedimen dan Konsolidasi DAM di daerah hulu.
Evaluasi dan monitoring yang dilakukan terhadap kegiatan vulkanik G.Bromo diantaranya mengumpulkan data - data pemantauan (seismik ataupun visual), mengambil contoh abu hembusan dan kemudian dianalisis untuk selanjutnya digunakan mengevaluasi kegiatan G.Bromo.
Laporan ini dimaksudkan sebagai realisasi dari hasil penyelidikan Petrokimia Gunungapi Papandayan dan sekitarnya yang termasuk dalam Kabupaten Garut. Penyelidikan dimulai tanggal 19 Mei - 14 Juni 1995, sesuai dengan rencana Seksi Petrokimia dan Gas yang berada di Proyek Penyelidikan Gunungapi dan Panasbumi, pada Tahun Anggaran 1995 - 1996.
Tujuan penyelidikan magnetik saat ini ditekankan pada analisa struktur, yang erat hubungannya dengan kondisi geologi G.Semeru. Hasil akhir dari model 2 dimensi strukur G. Semeru nantinya akan sangat membantu para pemeta gunungapi dalam menentukan struktur dalam G.Semeru dan kemungkinan evaluasi sejarah geologinya.
Materi yang diberikan pada kegiatan penyuluhan diantaranya berupa foto copy Buletin Khusus Edisi Direktorat Vulkanologi No.105 tentang ilmu kegunungapian, serta paparan tentang bahaya G.Semeru, dengan menggunakan transparant OHP, Slide serta pemutaran Film 16mm letusan G.Galunggung Th. 1982.
Telah dilakukan pemantauan Gunung Merapi secara terpadu dari berbagai bidang yang ada di Seksi Penyelidikan Gunung Merapi pada bulan September 1995. Kegiatan utama bidang geokimia yaitu pengambilan gas vulkanik, kondensat, dan pengukuran temperatur di Puncak Gunung Merapi.