Selama penelitian dilakukan pada Mei 2001, Secara visual G.Tangkubanparahu tidak menunjukkan perubahan kegiatan vulkanik yang berarti bila dibandingkan dengan penelitian tahun 2000. Secara administratif gunungapi tangkuban parahu termasuk ke dalam kabupaten subang di bagian utara dan kabupaten bandung di bagian selatan, provinsi Jawa Barat.
G. Galunggung termasuk kedalam wilayah kabupaten Tasikmalaya, propinsi Jawa Barat. Tinggi puncak G. Galunggung 2168 m diatas permukaan laut. Antara tahun 1800 sampai tahun 2000 gunung ini sudah mengalami letusan besar beberapa kali, yaitu tahun-tahun 1842, 1853, 1896, 1920, 1924, dan terakhir tahun 1982-1983.
Maksud kegiatan ini sebagai realisasi dari Proyek Pengembangan Pertambangan dan Energi NTB dan NTT sesuai dengan tugas dan fungsi Kanwil, untuk itu maka perlu dilakukan pemantauan untuk mengetahui antara lain sejauh mana penerapan Daerah Bahaya Gunungapi (Kawasan Rawan Bencana Gunungapi), kaitannya dengan pengembangan lingkungan pembangunan di sekitar gunungapi.
Pengamatan dan penyelidikan seismik G.Galunggung dilakukan dalam rangka kelanjutan pelaksanaan tugas Triwulan II Proyek Penyelidikan dan Pengamatan Gunungapi tahun 1985/1986 wilayah Sumatra dan Jawa bagian Barat.
Dalam evaluasi penyelidikan yang dilakukan pada 25 Mei 1998 sampai 23 Juni 1998 ini adalah melakukan pengambilan data beda tinggi antara satu titik tetap terhadap titik tetap yang lain, dengan metoda sifat datar (leveling).